Wafa :: Takut
Petang itu, Ummi kedatangan tamu istimewa. Wafa sedang tertidur lelap, adek Husna nemenin Ummi di depan.
just read it...
Petang itu, Ummi kedatangan tamu istimewa. Wafa sedang tertidur lelap, adek Husna nemenin Ummi di depan.
Pfuiiih...
selalu ingin menemanimu mencapai impianmu,
Dari sejak masih dalam kandungan, Wafa sudah saya ajarkan berbicara bahasa Sunda. Alasannya mengenalkan budaya, memberikan rasa, membentuk pribadinya.
Ketika Husna lahir, saya sering mendapatkan pertanyaan,
kemaren sore, si Ummi terkapar di kasur karena diserang flu yang teramat berat
kemaren sore, si Ummi terkapar di kasur karena diserang flu yang teramat berat
kemaren sore, si Ummi terkapar di kasur karena diserang flu yang teramat berat
ramdhan dalam hitungan jam..
menanti saat yang luar biasa..
dihiasi keberkahan
dipenuhi pahala jika mau beramal...
teringat ramadhan ramdhan sebelumnya yang berlalu bagai hembusan angin..
ringan... tanpa ibadah yang maksimal
semoga ramadhan kali ini mampu menggapai seribu bulan
mengkhatamkan warisan dari yang tercinta baginda Rasulullah saw
berdzikir pagi dan petang
serta tak lupa menyiapkan santapan sehat untuk yang tercinta
oia..
putriku yang shalihah, Asiah Wafa Shahidah...
semoga Ramadhan kali ini berkesan untukmu ya Nak..
Tahun depan boleh belajar puasa sungguh sungguh ..:)
untuk semua sahabat...
Mohon Maaf Lahir Bathin..
Semoga keberkahan Ramadhan melingkupi kita
aamiin
LuV
bila saatnya kan berakhir
meninggalkan kenangan yang manis
sebelum masanya tiba
kususuri jalannya
kutatap satu persatu indahnya
karena ku pasti akan merinduinya
seperti tak ingin pergi
seperti tak ingin menjauh
bahkan merasa takut jika harus pergi dengan cepat
tapi semuanya pasti akan berakhir
tak ada yang abadi
jalan di depan insyaAlloh akan indah
selama Dia ada dalam hati kita
Behubung Wafa sakit, si Ummi riweuh persiapan VIVA alias sidang, jadi seminggu ini belum sempat ke pasar lagi. Bahan makanan di peti ais pun ludesss..
Siang menjelang, Ummi dan Wafa berangkat ke Azah membeli telur. Mo digoreng, Wafa masih batuk, di rebus, Wafa bosen kali yaa? Akhirnya Ummi memutuskan membuat semur telur alias endog.
Biar Wafa anteng, si Ummi udah berniat melibatkan Wafa dalam mengupas telur rebus. Alhamdulillah, Wafa sudah sering mengupas rebusan telur. Tapi oo tapi, ternyata sebelum si telor cukup dingin untuk dikupas Wafa, Wafa sudah pingin bantu Ummi ketika dilihatnya Ummi mengupas bawang. Jadilah Wafa bantuin Ummi mengupas kulit bawang putih, sementara si Ummi menyiapkan bumbu lainnya. Setelah bawang terkupas, 6 butir telur pun diberikan ke Wafa untuk dikupas. Ummi sediakan plastik untuk menampung sampahnya. Alhamdulillah, tugas Wafa berhasil dengan baik. Ada beberapa telor yang kena congkel, tapi tak apa.. yang lain mulus. Wafa main, belajar pleus bantu Ummi.. :)
Ibu .. ibu.. adakah ide masakan lain yang bisa dikerjakan barengan dengan todller?
alhamdulillah..
tak terasa putri Ummi sudah besar ..
lamaaaaaaaaaa banget Ummi gak nulis perkembangan Wafa shalihah ya Nak?
Wafa sudah pandai apa Nak?
Banyaaaaaaaak, alhamdulillah...
Bisa pake baju, celana dan sendal sendiri. Namun teuteup harus dengan pengawasan, soalnya (kadang) masih kebalik balik. Masih sering ogah juga pake sendiri. Mau sama Ummiiiii.... gitu katanya
Wafa juga sudah bisa makan sendiri, tapi gak lama. Paling beberapa suap, abis itu minta sama Umiiiiiii....
Bisa mengucapkan angka dari 1 sampai 12 dalam bahasa indonesia, 1 sampai (kadang) 5 dalam bahasa inggris. Paling hapal angka 'One' ngikutin CD Numbersnya baby einsten ..
Toilet trainingnya gimana?
Pernah beberapa hari lancar bilang dulu kalo mo pipis
Tapi ketika beberapa hari kemudian hampir full day pake diapers, Wafa justru jadi gak mau pipis (atau gak pengen pipis ya?). Soalnya kadang sampai 6 jam gak pipis2. Harus dipaksa dulu baru pipis...
Khawatirnya dia nahan pipis, karena kadang si Ummi suka bilang "tahan Wafa", kalo Wafa mau pipis ...
Nah setelah itu malah sempat kecolongan dua kali pipis di celana ..
Kemaren malah BAB di diapers ketika di Nursery, dan baru ketauan pas nyampe rumah. Itupun sudah Ummi tanya berkali -kali karena kecium bau gak enak dan diapersnya tampak penuh. Tapi Wafa bilang enggak. Akhirnya selesai makan Wafa bilang eo', dan pas di cek ternyata sudah eo' nya di diapers . Padahal dari usia kurang dari 2T Wafa tidak pernah lagi eo' di diapers, selalu bilang kalo mau eo'. Kenapa ya? Apa karena masih belum kenal sama Teacher nya ya? Tapi kan setelah itu ketemu Ummi, kenapa gak bilang juga ya?
Heemmhhh ....
(Aduuuh maaf ya isi tulisannya agak agak gak enak gini)...
Ibu ibu.. ada yang bisa sharing tentang toilet training ini...?
Oia Wafa juga masuk Taska (Playgroup) dan nursery mulai awal senin ini..
'Terpaksa' karena bi Etri pulang dan si Ummi harus persiapan VIVA (sidang) dan juga (nanti) mungkin harus menyelesaikan koreksian hasil VIVA.
Berat sebenarnya.. sangat berat, meninggalkan Wafa di tempat yang tidak dikenalnya. Idealnya lebih banyak waktu bersama Ummi ya Nak, belajar bersama Ummi, bermain bersama Ummi...
Semoga Wafa faham ya Nak...
InsyaAlloh ada kebaikan di dalamnya...
Doakan pekerjaan Ummi juga cepat beres, nanti kita maen bareng lagi yaa...
Oia.. di program Nursery Wafa dikasi 2 kali makan dan satu kali snack. Tapi tiap pulang, ketika masih di dalam mobil Wafa sudah minta makan. Makannya lahaaaaap banget, trus di rumah makan lagi, Ummi dan Abah makan mau lagi, sampai di STOP sama Abah. Takut perutnya sakit Nduk...
Ummi jadi heran, ini efek dari aktifitas yang banyak kali ya?
Semoga ...
oia, Wafa masih belum dapat buku merah tempat laporan perkembangan Wafa selama di Nursery. Semoga bukunya segera ada ya, jadi proses perkembangan Wafa bisa diketahui secara timbal balik..
Ummi bisa tau apa yang Wafa pelajari di sekolah, dan Ummi juga bisa menuliskan kebiasaan dan kesukaan Wafa. Sehingga Teacher dan Ummi bisa bekerjasama ...
Proses masuk sekolah ini juga proses yang 'mengharu biru' untuk Ummi. Karena Wafa sering menangis ketika ditinggal di sekolah. Sebelum berangkat juga suka ngadat. Tapi aps dijalan cerah ceria, trus pas pulang juga gembira. Kata Teacher nya Wafa nangis sebentar saja.
Abah senantiasa menguatkan Ummi, insyaAlloh Wafa kuat katanya. Wafa seperti Abah, suka takut dengan lingkungan baru. Welleeeeeh Bah, sama saja.. si Ummi juga walopun tampak ceria, nyante dan gak serius, tapi suka ketakutan juga kalo ke tempat asing. Jadi yaa Ummi faham apa yang Wafa rasakan shalihah.
Semoga ini jalan terbaik, dan terbentuk pribadi Wafa yang lebih kuat, lebih mudah bergaul dengan lingkungan, mudah beradaptasi.. dan yang paling utama shalihah. Aamiin
Cerita laiiin?...
Seperti Umminya ketika kecil dahulu, Wafa juga 'pandai' mengarang lagu, atau mengarang cerita bebas. Selama perjalanan biasanya dia nyanyi, mengomentari benda yang terlihat, atau sibuk 'berkicau' sendiri. Kalo Wafa diam artinya ngantuk atau sedih. Makanya kalo kondisi sepi selama perjalanan, si Abah suka ngecek ke jok belakang, apakah wafa tidur? Kalo nggak, Abahnya pasti nanya, soalnya jarang - jarang Wafa diam selama di mobil.
Wafa juga sudah bisa membantu Ummi mengocok telur, mengupas bawang dengan tangan, semua pekerjaan yang dikerjakan Ummi dan Abah seringnya Wafa mau bantu. Tapi Ummi masih batasin, apa yang bisa Wafa kerjakan dan tidak...
Wafa juga sayang adek baby di perut Ummi. sering dipeluk, di sun dan dikasi makan melalui mulut Ummi. Wafa tau kalo dedek baby makannya sama Ummi...
Oia Wafa juga mau sharing sama dedek baby di perut. Pernah suatu hari ditanya,
"Wafa mobilnya punya siapa?"
"Punya Ceuceu"
"Kalo dedek baby-nya sudah keluar?"
"Punya ceuceu dan dedek baby, baleng baleng (bareng -bareng) kan?"
Alhamdulillah... Ummi dan Abah pun berucap syukur ..
Semoga senantiasa mau berbagi ya sayang ....
Hmmh apa lagi ya sayang...
itu dulu kali yaa....
InsyaAlloh nanti sore Ummi dan Abah jemput ceuceu yaa..
Kita jalan jalan ke jako* ....
LuV
mencintai itu beriringan dengan rasa bahagia ketika orang yang dicintainya bahagia
tak meminta balasan berimbang untuk orang yang dicinta, selama dirinya bahagia
mencintapun membuat jiwa bersedih ketika yang dicinta dirundung duka ..
menggerakan jiwa untuk bergerak.. membantu meringankan menghilangkan kesedihan
mungkin itulah sebabnya orang-orang yang saling mencintai karenaNya mendapatkan wajah yang terang benderang di jannahNya nanti
karena kecintaan yang tak berbatas, yang tak meninggalkan luka, yang tak merusakan, yang sejalan dengan keAgungan Cinta kepunyaaNya..
cinta yang membawa kebaikan, yang memberikan pertolongan tanpa imbalan
cinta yang tak tersekat duniawai..
cinta yang berujung kepada keabadian ...
semoga diri ini bisa mencintai karenaNya...
aamiin
merebahkan diri di pangkuannya..
melepaskan lelah jiwa
melihat senyumnya mengembang
meyakinkannya bahwa putri bungsunya beserta belahan jiwa dan buah hatinya baik-baik saja
merasakan sentuhan cintanya
belaian lembutnya
serta pelukan hangatnya...
mengicip kelezatan masakannya
mengalirkan kehangatan yang sulit terdefinisi..
menghirup udara yang begitu lekat denganku
merasakan nuansa ramah yang tak lekang waktu
menikmati kehangatan jiwa yang senantiasa terbuka menerimaku..
aku ingin pulang...
merebahkan diri di pangkuannya..
melepaskan lelah jiwa
melihat senyumnya mengembang
meyakinkannya bahwa putri bungsunya beserta belahan jiwa dan buah hatinya baik-baik saja
merasakan sentuhan cintanya
belaian lembutnya
serta pelukan hangatnya...
mengicip kelezatan masakannya
mengalirkan kehangatan yang sulit terdefinisi..
menghirup udara yang begitu lekat denganku
merasakan nuansa ramah yang tak lekang waktu
menikmati kehangatan jiwa yang senantiasa terbuka menerimaku..
aku ingin pulang...
mencintaimu..
tidak seperti air bah yang datang tiba tiba,
namun berawal dari pancaran mata air yang kecil,
yang terpancar ketika mitsaqan ghalizha terucap
kemudian pelan dan pasti membentuk sungai
mengalir dari hulu dan insyaAlloh menuju muaraNya
mencintaimu,
tidak bergejolak seperti ombak yang besar,
namun tenang dan memberikan kedamaian..
seperti danau di antara pegunungan
mencintaimu,
tidak seperti dongeng happily ever after
ada benturan, cobaan dan godaan
namun, kita coba mengatasinya..
berdua... bertiga dengan mengadu kepadaNya ..
mencintaimu,
seperti kisah cinta yang lainnya
tentu diwarnai kebahagiaan,
diceriakan dengan tawa,
dilengkapkan dengan kesyukuran yang senantiasa mengalir dari dalam jiwa..
mencintaimu,
tak ingin hanya sebatas cerita Romeo dan Juliet
yang terpisahkan oleh maut dan tak tahu apakah di negri akhir akan berjumpa
mencintaimu,
ingin mencinta dalam keabadian..
senantiasa bersama hingga JannahNya..
bukan hanya diriku dan dirimu..
namun bersama buah hati kita, bersama orang -orang yang kita cintai dan mencintai kita ...
mencintaimu...
ku tak bisa berjanji akan selamanya..
namun aku akan senantiasa menjaganya..
berusaha memeliharanya..
memupuknya, menyuburkannya...
dan berdoa pada Dzat yang menggenggam hati..
agar Dia menjaga cinta kita...
selamanya...
hingga ke jannahNya...
mencintaimu,
empat tahun terasa sebentar saja...
mencintaimu ...
14 Januari 2007 - 14 Januari 2011
jangaan berdagaaang...
ups salah, eta mah harusnya begadang jangan begadang lagunya aki Oma
saya dilahirkan dari keluarga keturunan pedagang tapi gak PD berdagang..
Almarhum Bapa Aji, dan Almarhumah Ema Aji (Haji), kedua Kakek dan nenek saya dari Mamah adalah pedagang yang alhamdulillah sukses pada masanya. Bahkan alhamdulillah mampu mewariskan beberapa toko untuk anak-anaknya. Meskipun saat ini hanya sedikit yang menjadi pedagang
begitupun Almarhum Bapak Ude dan Mak Ude, panggilan untuk Kakek dan nenek dari Apa adalah pedagang. Bapak ude adalah pedagang keliling, bahkan sampai ke ujung timur pulau Jawa. Apa saya suka diajak dagang sampai ke ujung timur pulau Jawa itu. Hingga ketika kami tour mengunjungi Bapak dan Ibuknya Mas Teguh di Tulung Agung, Apa menceritakan kembali napak tilas perdagangan yang dilakukannya bersama Almarhum Bapak ude tercinta...
Heeemmmh mengharukaaan...
Meskipun berasal dari keluarga pedagang, namun Mamah dan Apa bukanlah pedagang. mereka berdua adalah Guru. Keduanya sama-sama memiliki cerita tentang perjuangan untuk dapat terus melanjutkan sekolah.
Mamah, yang setiap selesai satu tahapan jenjang sekolah selalu diminta menikah oleh kedua orang tuanya. Namun setiap kali itu pulalah dia melobi Paman-pamannya agar mau membujuk Bapak Aji agar mengijinkannya terus sekolah. Hingga alhamdulillah Mamah bisa kuliah sampai tahap Sarjana Muda dan menjadi Guru.
Begitupun Apa, ketika berdagang berkeliling Jawa, Apa pernah menangis di hadapan bapak Ude karena ingin terus melanjutkan sekolah.
*maaf ya Pak,' rahasia'nya diungkapkan disini, agar menjadi teladan untukku sepanjang masa
Dan demi terus sekolah juga, Apa sempat berhenti untuk bekerja setelah lulus PGA (setiingkat SMA). Serta untuk tetap bisa melanjutkan sekolah di IAIN, Apa kuliah sambil bekerja. Alhamdulillah Apa juga selesai menamatkan sarjana muda seperti Mamah.
Alhamdulillah, tak lama setelah menamatkan sarjana muda, keduanya pun menikah
Kecintaan mereka pada sekolah, pada belajar, itulah yang senantiasa ditanamkan kepada kami anak-anaknya. Sehingga keadaan sesulit apapun, Mamah dan Apa tetap mengutamakan sekolah. Meski jajan ngirit, tempat kost sempit, makan pun seuprit, namun sekolah harus tetap diutamakan
Meskipun sampai saya sekolah SD, Mamah dan Apa masih memiliki satu toko mebeul dan juga punya usaha tenda untuk pernikahan. Tapi mereka tidak pernah mengajarkan untuk berbisnis, menganjurkan untuk berdagang, ataupun berusaha mewariskan salah satu usahanya. Hanya satu prinsip yang kami ingat, kami harus sekolah
Namun, meskipun tidak pernah di didik secara explisit untuk berdagang, namun keduanya senantiasa mendidik kami untuk mandiri, serta berfikir kreatif dan senantiasa berusaha dalam hidup. Jadi, kami empat kakak beradik walopun tidak pernah dididik untuk menjadi pedagang, namun semuanya pernah merasakan berdagang untuk menambah bekal dari kedua orang tua, ataupun untuk menambah belanja dapur. Yup Teteh dan Aa saya pernah berdagang sepatu, bed cover, baju, kosmetik dll.
Pfuiiih.. perjuangan....
Sayapun ternyata tanpa sadar berdagang juga (heuheu gak mau ngaku) pas kelas 3 SMA. Saya lupa bagaimana mulainya, yang saya ingat ada yayuk jamu yang jualan ke depan kamar kost saya di Gerlong, Bandung. Selain jualan jamu, si yayuk juga jualan gorengan, donat dan gemblong. Mungkin awalnya saya mencoba membawanya ke sekolah, dan dijualkan kembali ke teman-teman dengan untung Rp 50/buah. Alhamdulillah laku keras, kalopun gak laku, sisanya saya makan sendiri .
Namun, akhirnye berhenti juga. Kalo gak salah karena merasa capek dan riweuh harus melayani berjubelnya pembeli (hahahahaha.. hipebola banget daah ), sementara saya masih pengen gaul ...
.
Lalu sayapun pernah berjualan kosmetik A**N selama kuliah. Berhenti karena males juga bulak balik ke stockist tapi barangnya gak ada hehehe....Sementara beban kuliah di itebe makin hari makin menumpuk.
Dari dua kali pengalaman berdagang (yang saya ingat) itu, dua duanya tetap menyisakan perasaan gak PD dalam berdagang, serta merasa tidak kuat dengan penolakan.. cieeeeeeeh .
Maksudnnyaaaa???
Ya yang namanya berdagang, pasti kan ada saatnya gak laku, ada saatnya ketika kita udah menawarkan tapi gak ada yang mau beli. Nah saya merasa sakiiiit hati, dan gak kuat kalo barangnya gak jadi dibeli hehehehe... Mentalnya gak siap kayaknya ...
Sehingga berdagang bukanlah suatu 'pekerjaan' yang akan pertama saya pilih. Saya juga merasa tidak terlalu PD untuk membujuk orang lain agar menyukai barang dagangan saya. Itulah mengapa saya tidak pernah PD untuk berdagang. Setiap kali ada yang mengajak berdagang, saya tidak pernah berani untuk maju...
Begitupun ketika sampai ke negri jiran ini, ketika banyak saudari-saudariku, ibu-ibu yang sangat berjasa dan bersahaja menganjurkanku untuk berdagang disamping sekolah, jawabanku tetap sama, "Gak bisa"
Hingga tibalah saatnya, ketika beasiswa terhenti. Maka 6 bulan sebelumnya, saya mulai memikirkan alternatif lain mencari maisyah dengan berdagang. Sesuatu yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Namun, satu hal yang terpatri dalam hatiku. Alloh swt telah menetapkan rizki pada setiap hambanya. Dan merupakan sunatullah, bahwa rizki tersebut harus diusahakan, harus dijemput. Berhubung saya gak bisa masak, gak bisa bikin kue, gak bisa menjahit, maka berdagang adalah pilihan yang paling memungkinkan.
Saat ini, subhanallah, sudah hampir 1.5 tahun saya berdagang. Sesuatu yang tidak pernah saya bayangkan, yang tidak pernah saya yakini bahwa saya memiliki hati yang cukup luas untuk sebuah penolakan ketika dagangan saya tidak diminati pelanggan. Namun ternyata Alloh memberikan saya rizki melaluinya.
Yup, saya memang pernah ingin bekerja dari rumah, memiliki usaha di rumah tapi bukan berdagang menjualkan barang orang lain.
Tapi Alloh swt ternyata punya rencana lain dalam mendidik saya...
Tidak pernah terbayangkan, berdagang ini menjadi mata pencaharian utama bagi kami sekeluarga. Tak pernah membayangkan bahwa produk yang ditawarkan diminati oleh pasaran.
Subhanallah ... Alhamdulillah ..
Alloh lah Yang memudahkannya, Allohlah yang menghantarkan rizki bagian kami dari berdagang ini. Meskipun merasa tidak berbakat, tidak mampu, namun saya yakin ketika kita berusaha, Alloh tidak akan pernah menyia-nyiakan usaha kita ...
Tak pernah terfikirkan sebelumnya bahwa saya akhirnya menikmati profesi sebagai pedagang ini, dan insyaAlloh berencana untuk tetap menjemput rizki dengan cara berdagang, selain dengan cara yang lain yang saya bisa.
Kenapa?
Karena begitu banyak pelajaran yang bisa saya ambil dari berdagang...
Ketika berdagang, saya belajar untuk menjadi orang yang berpasrah padaNya setelah berusaha. Tak seperti orang gajian, menjadi pedagang kadang jualannya laku kadang sepi. Apalagi ketika kebutuhan mendadak tiba-tiba datang, maka pengharapan kepada Alloh begituuu besar, agar hari itu mendapatkan rizki yang baik. Hingga di setiap harinya senantiasa meminta agar dimudahkan rizki, dilapangkan hati dan dikuatkan jiwa untuk senantiasa bersyukur atas rizki yang diterima hari itu.
Berdagang juga membuat saya menikmati setiap sen uang yang saya peroleh. Apalagi jika barang jualannya secara kredit, maka setiap kali ada yang bayar, rasanya luaaaaaaarr biasa. Seperti menemukan oase di gurun pasir ... .
*hihihi hiperbole lagi..
Berdagang membuat saya belajar untuk mempercayai orang, belajar untuk berbagi...
Kefahaman tentang rizki tak seperti hitungan Matematika pun saya dapatkan dari berdagang. Terkadang kita berfikir untung yang besar adalah dengan nominal yang banyak. Namun, ketika kita membangun sistem kerjasama dengan bagi hasil, alhamdulillah keuntungan pun tetap diperoleh. Dan InsyaAlloh lebih barokah ...
Berdagang juga membuat otak saya senantias berfikir, jika model ini sudah tidak laku lagi, apa yang harus saya lakukan. Hemmh.. agar pemesanan bertambah, trik apa selanjutnya. Berfikir dan berfikir... kadang lelah, namun itu membuat otak saya bekerja. Semoga juga menjadi pencegah agar tidak mudah tumpul
Tangis, tawa, bahagia, duka, kecewa... pernah dirasakan...
Mata bengkak karena menangis semalaman? Itu juga pernah hehehe.. dasar cengeng yaa..
Tapi subhanallah, begitu banyak riak yang di dapat, begitu banyak juga hikmah yang bisa di ambil...
Merasa di dewasakan olehNya dengan berdagang ini ...
So.. jika ada masa, kesempatan, serta keadaan memungkinkan..
Saya ingin tetap berdagang...
Agar tetap dapat mendapat tarbiyah yang luar biasa itu ...
semoga senantiasa dikuatkan, dilapangkan.. dan dimudahkan ..
aamiin
^__^