Thursday, September 02, 2010

wafa: 2 Tahun



assalamu'alaykum warrahmatullahi wabarakatu wafa shalihah...

hari ini genap usiamu 2 tahun ya Nak. Tak terasa sungguh tak terasa, ah si Umi jadi cirambaian begini geulis..... Cirambaian karena terharu.. hiks hiks..

Banyak banget yang ingin Ummi sampaikan, Umi tulis satu-satu yaa..

Diawali dengan weaning with Love-nya Wafa yang agak beda dari definisi selama ini. Terinspirasi dari definisi weaning with Love yang difahami selama ini (Ummi lupa source- MPnya), maka Ummi sudah membahasakan tentang menyapih ini dari sejak bulan April akhir, ketika teman sepermainannya Wafa sudah pada disapih. Waktu itu yang Ummi sampaikan bahwa Wafa sudah besar, sudah tidak boleh menyusu lagi. Teman-temannya Wafa juga sudah tidak menyusu. Wafa-pun tampak faham tak faham ya Nduk?

Kalo Ummi tidak lupa, alhamdulillah waktu itu 2 malam Wafa tidak menyusui. Namun si Ummi jadi gamang, soalnya Wafa belum genap 2 tahun, masih punya hak untuk menyusui. Jadinya ya gitu d, plin-plan. Ditambah setelahnya Wafa demam, jadi aja makin gak tega. Dan ternyata efeknya lebih parah, karena si Ummi melanggar peraturannya sendiri bahwa Wafa sudah tidak pantas nenen lagi tapi teuteup dikasi, jadinya Wafa makin histeris kalo gak dikasi nenen.

Kalo ditanya "Wafa tos ageung (Wafa sudah besar)?, maka dia ngangguk, "Tos teu nenen deui (sudah tidak menyusui lagi)?, diapun ngangguk. Tapi kalo sudah pengen menyusu, bisa histeris dan bikin luluh si Ummi. Karena produksi ASI juga yang kian menipis dan stress kali yaa sama writing, jadinya terkadang sakit kalo menyusui, sehingga si Ummi ini suka bilang begini,

"Wafa nen-na atos nya, wafa kan tos ageung, Ummina auh",

"Wafa sudah ya nenen-nya, Wafa kan sudah besar, Umminya sakit", begitu kira kira terjemahannya..

Kadang Wafa ngangguk, kadang makin gak mau melepaskan diri, harus dibujuk lama..

Karena seringnya kejadian ini, sampai pada suatu hari Wafa ber-ekting menyusui si Beri, boneka kesayangannya lalu kemudian berkata pada Beri,

"Beri, tos nya? Ateung, aauuuh", ujarnya.

"Beri sudah ya? (sudah)Besar, sakiit", sambil melepaskan Beri dari pelukannya..

Haha, sampai menyerap gitu bujukan si Ummi sama Wafa...

Sampai akhirnya, di suatu petang ketika kami jalan-jalan beli makan ke U7 terjadilah dialog antara ibu dan anak berikut ini,

"Wafa tos ageung (sudah besar)?, dan dia pun mengangguk. "Tos teu nenen deui (Sudah tidak menyusu lagi)?, kembali gadis mungil itu mengangguk, "Nyaan (betul), janji?, kata Ummi, "Iya", kata Wafa.

Sepulang dari sana si Ummi pun berfikir, Wafa berjanji, fahamkah Wafa akan makna 'janji'. Kata janji itu adalah sesuatu yang abstrak, sesuatu yang didefinisikan dengan pemahaman, tingkah dan perbuatan. Jika janji ini dengan mudah dia langgar, maka mungkin akan tepatri dalam benaknya bahwa janji boleh dilanggar, dan itu amat sangat bahaya.

Sehingga, malam itu Ummi bertekad untuk benar-benar menyapihnya. Mungkin akan sakit, tapi semoga akan memberikan bekas yang baik selama hidupnya, mematri sebuah kata janji dalam benaknya dengan baik. Aamiin..

Maka hari itu, 3 Agustus 2010 Wafa disapih. Wafa mengamuk, tentu saja. Dia tak mau minum, terus mengamuk. Awalnya tak mau Ummi peluk, namun akhirnya tertidur dalam gendongan Ummi. Tengah malam bangunpun penuh perjuangan, Ummi peluk lagi dan alhamdulillah tidur lagi. Perjuangan hampir selama seminggu, menidurkan Wafa adalah yang paling berat, karena kalo pagi dan sore Wafa bisa dialihkan dengan hal yang lain.

Alhamdulillah sekarang Wafa sudah tidak menyusui lagi, tapi masih sering tampak tergoda . Sering bilang juga, "Nenen dede?", maksudnya Nenen untuk dede bayi? Lalu Ummi berkata,"Iya, ceuceu kan sudah besar".

Atau kadang bilang mau nenen, lalu Ummi senyum dan bilang aah maluu, wafa kan sudah besar dan kemudian Wafa pun tersenyum.

Sempat timbul perasaan bersalah karena Wafa disapih belum genap 2tahun perhitungan bulan Masehi, tapi kalo dihitung dari bulan hijriyah, alhamdulillah pas 2tahun. Jadinya mengobati rasa bersalah Ummi.

Oia sejak awal proses menyapih ini, si ummi makin sering membahasakan ke Wafa kalo Wafa sudah besar, jd Ummi suka nanya,

"Wafa mau adek?", dan dijawabnya dengan anggukan yang pasti. Tapi setelahnya Wafa kemudian bilang dedek bayi sambil menunjuk ke dirinya, lalu ber-ekting jadi bayi dan minta gendong bayi. Lama-lama Ummi menyadari, mungkin yang wafa fahami bukan wafa mau punya adek, tapi wafa mau jadi adek bayi

Tapi kemaren sepulang dari klinik, si Ummi nanya lagi,

"Wafa mau punya adek?", dan lagi dijawabnya dengan anggukan.

Lalu Ummi cerita kalo di perut Ummi ada dedek bayi . Awalnya Wafa bingung. Kemudian Ummi bilang, iya di perut Ummi (insyaAlloha da dedek bayi), coba Wafa elus dan sayang...Lalu Ummi pun menunjukan buku ensiklopedia anak, dimana disana ada gambar janin didalam perut.

Lama sekali Wafa mencoba mencerna, alhamdulillah sekarang Wafa sudah bisa bilang, "dedek bayi Wafa di perut Ummi"

Waktu Ummi nelpon ke Aki untuk ngabarin (calon) dedek bayinya Wafa juga Wafanya ikutan bilang, "dedek perut Ummi", katanya

alhamdulillah, semoga makin hari dengan makin membesarnya perut Ummi nanti, Wafa makin faham yaa..

Oia, pelajaran yang Ummi ambil dari menyapih ini. Pertama harus buat milestones yang jelas, jangan terlalu lama dan terlalu mepet. Kedua juga harus tega, karena ketika kita ragu-ragu dan maju mundur, maka akan membuat anak makin rewel dan susah disapihnya. Mungkin terpatri dalam jiwa anak bahwa ibunya masih bisa dibujuk dengan tangisan dan tantrum ..

Nah nah setelah laporan menyapih dan insyaAlloh kehadiran dedek bayi baru, mari kita tuliskan perkembangan Wafa ...

Wafa sudah bisa berhitung, awalnya..

satu, dua, tilu, opat, lima, tujuh, elapan, embilan, epuluh, ebelas..

sekarang menjadi

satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, elapan, embilan, epuluh, ebelas, tiga puluh . Juga punya lagu paporit tentang angka yang nadanya ciptaan sendiri, Ummi gak bisa nyontoinnya by tulisan, tapi yang jelas nyanyinya nyebutin angka-angka gt d!

Tapi hitungan ini hanya dalam ucapan, kalo diminta menghitung ada berapa jumlah suatu benda, tentu saja Wafa akan berhitung dan kemudian meneruskan hitungannya meskipun benda yang dihitung sudah terhitung semua

Wafa sudah ingin dilibatkan dalam semua kegiatan, nyapu, ngepel, ambil makanan, pakai baju, melipat baju/mukena/sajadah, sikat gigi, membersihkan pipis dll. Pokonamah sadayana, dan biasanya diiringi kata "gak boleh", maksudnya gak boleh dibantuin

Sudah bisa diajak ngobrol dua arah dan juga membahasakan situasi yang dilihatnya. Seperti tadi malam, dilihatnya dek Umar menggulingkan badan, lalu datang Teteh mendekati dek Umar dan menggendongnya. Lalu Wafa lapor ke Ummi,

"Umaaa guling, Umaa nong Teteh", artinya "Umar terguling, Umar digendong Teteh"

Wafa juga sudah ingin mengatur, terutama sama Abahnya...

Suka bilang "abah sini, abah ayoo, abah gek (duduk) sini, abah gak boleh".. serta yang lainnya..

Jailnya juga suka keluar, menempati tempat duduk yang tadinya kami dudukin. Masuk lift lalu merentangkan tangannya, gak boleh gak boleh katanya, maksudnya gak boleh berdiri disepanjang rentangan tangannya. Lalu kami godain, berdiri justru pas di tempat yang dia bilang gak boleh, dan reaksi Wafa ketawa ketiwi d!

Kalo sama Abah ada tambahan, ketika Abah pulang malam dan bunyi pintu tanda Abah datang sudah terdengar, maka Wafa akan segera berlari ke kasur Abah dan menempatinya. Hahaha, iseng nurun ti saha iyeu teh?

Tapi kata gak boleh ini juga jadi andalan kayaknya, kalo ada kawannya mau pinjam mainan, keluar kata gak boleh. Ada mainan di tempat umum yang bekas dipakai Wafa trus yang lain mau pakai, Wafa bilang gak boleh. Seriing banget bilang gak boleh

Gimana yaaa cara menguranginya, apa karena si Ummi keseringan bilang gak boleh ya?


Oia wafa sudah mengenali kalo namanya adalah Asiah Wafa Shahidah. Sering terjadi kejadian kayak gini,

"Ini siapa?"

"Ceuceu", jawabnya,eh trus diralatnya,"Eh butan(bukan), Asiah"

"Trus ceuceu wafa mana?",

"Hmmmh", dia tampak berpikir, "ap (HP Ummi maksudnya)", atau "Pie (Lapie Ummi)". MAksunya ceceu Wafa ada di hp dan Lapie Ummi dalam bentuk rekaman

Atau sering bilang Wafa Hidah alias Wafa Shahidah.

Selain mulai mendefinisikan dirinya sebagai ceuceu, asiah, wafa, dan dedek bayi, Wafa juga suka mendefiniskan dirinya (berakting) jadi meong, lalu menyebut Ummi sebagai Ummi meong dan Abah meong . Dan mendefinisikan dirinya sebagai Wafa si meong ini cukup ampuh meredakan kerewelannya, dan tantrumnya. Apalagi kalo ditambahin gaya mengelus leher dan jentikan jari perintah mendekat. Heuheu imajinasi yang aneh..

Eh eh oia, Wafa juga udah tau kalo nama Umminya Rela dan Abahnya Teguh. Jadi suka bilang "Ummi La", tapi kalo untuk Abah teuteup "Abah ceuceu"..

Nah, di bulan Ramadhan ini tarbiyah juga untuk Wafa untuk lebih mengenal mesjid. Kalo Ummi tarawih insyaAlloh diajak. Biasanya anteng kalo ada teman mainnya, walopun teuteup bulak balik jalan ke depan Ummi. Tapi beberapa hari yang lalu sempat diajak kenalan sama seorang anak dengan cara yang tidak biasa, anak itu mukul -mukul Wafa sampai si Ummi ikutan ngalangin sambil sholat. Jadilah Wafa menangis dan minta gendong selama Ummi sholat...

Pas i'tikafpun begitu, ketika Wafa bangun, dia minta gendong.. Hiks hiks.. mungkin masih perlu waktu lagi untuk Wafa bisa memahami ya Nak..

Tapi tampaknya Wafa seneng d ikutan i'tikaf, soalnya banyak kawannya. Saking senengnya Wafa baru tidur jam 00.25, itupun karena ngantuk beratzzz. Sebelumnya dia memperhatikan terus seorang abang yang mainin selimutnya, dan tentunya tak lupa diikutin sama Wafa

Alhamdulillah Wafa cukup kooperatif, tidak terlalu sering kebangun dan nangis di malam i'tikaf yang pertama. Shalihah suka i'tikaf sayang? Yuk kita i'tikaf lagi ya Nduk. Semoga dirimu makin mencintai masjid

Selama Ramadhan ini kami sering keluar malam, hingga Wafa makin sering menikmati indahnya malam. Dia paling suka melihat bulan sabit, dan akan teriak teriak "Bulan bit", ataupun ketika melihat bintang dia berkata, "tang". Lalu Wafa pun berkata, "Bulan bit ceuceu", lalu Ummi menjawab, "Bukan, bulan sabit punya Alloh". Hingga diapun akhirnya mengetahui bulan sabit, bintang, matahari, pohon milik Alloh swt. Lalu sering terdengar ucapan, "Bulan bit Awwoh", atau "Tang Awwoh", ataupun, "Awwoh Abar (allohuAkbar)"..

Mungkin wafa belum faham makna dan hakikat Alloh, namun setidaknya Wafa mengenal kata Alloh serta mengetahui bahwa Pemilik hal-hal yang indah yang dikaguminya adalah Alloh swt.

Aamiin...


wisssshhhh panjangnya,.. heeemmh ada yang kelewat gak ya?

Apalagiii yaaa..

Oia, alhamdulillah walopun awal bereaksi dengan menangis, dengan teriak, namun ketika Ummi melarang sesuatu dan menjelaskannya, di lain waktu Wafa akan faham. Misal ketika hari hujan sehingga Wafa gak boleh main perosotan. Awalnya nangis keras dan ngamuk. Lalu Ummi bilang, kalo hari hujan, wafa bisa sakit kalo teuteup main. Dikemudian hari ketika Wafa akan main perosotan dia akan mengkonfirmasi ulang, boleh kan, hujan gak? Dan tentu saja ketika tidak hujan, Ummi ijinkan

Wafa juga sudah mulai mau memakai kerudung/topi keluar, ditambah dengan meletakan kerudung bekas pakai ke tempat khusus yang dia definisikan sebagai tempat menyimpan kerudung.(Haha, nurun ti saha nya? Si Ummina mah sok teu pararuguh nyimpen nanaon teh)

Dulu, wafa sering ogah pakai kerudung. Ummipun gak maksa, takut trauma. Selain itu juga karena Wafa sering biang keringat kalo kepanasan.

Akhir-akhir ini Ummi sering mengajak Wafa pakai kerudung or at least pakai celana panjang kalo keluar. Jangan sexy-sexy amat lah, biar membiasakan diri kalo keluar bajunya jangan terbuka.

Sekarang kadang mau kadang nggak kalo pakai kerudung. Pernah suatu hari Ummi membujuk Wafa pakai kerudung dengan mengatakan Ummi berkerudung, Bi Etri juga. Lalu Wafa menjawab, "Abah dung?". Haha abah mah laki-laki Neng, jadi gak pakai kerudung. Hehe entah faham atau tidak tentang ini..

Pernah sekali waktu ketika Wafa ngajak Ummi keluar, Ummi bilang,"Sebentar cari kerudung dulu", lalu Wafa pun ribut mau nyari kerudung untuk dipakai olehnya sendiri...

Dari sini si ummi belajar, bahwa insyaAlloh Wafa akan belajar dari lingkungannya. Saat ini Ummi tidak memaksa untuk memakai kerudung, tapi insyaAlloh kalo Wafa melihat Ummi memakai kerudung kalo keluar, maka insyaAlloh pelan-pelan pemahaman itu akan ada..

aamiin..

laporannya begitu dulu yaa, teulat pisan tapi tak apalah...

23 agustus 2 tahun yang lalu kita sama - sama berjuang agar dirimu bisa terlahir ke dunia ini, dan Allohpun mengijinkannya..

mari kita berjuang lagi sayang, berjuang agar Alloh swt mengijinkan kita berkumpul di jannahNya..

aamiin

Friday, August 27, 2010

Asiyah, Khadijah?

Hadits menyebutkan bahwa pilihlah wanita yang baik agamanya,

karena wanita yang baik agamanya akan menjaga rahasia keluarganya (kan wanita rata-rata ember tuuuh.. heuheu nyindir diri sendiri)
Karena wanita yang baik agamanya juga pandai mejaga harta suaminya (kan biasanya godaan terberat wanita adalah sale-sale yang membuatnya kebocoran uang di dompet)
Karena wanita yang baik agamanya juga akan mendidik anak-anaknya dengan baik dan sesuai dengan amanah dari Alloh dan Rasulnya... kan wanita adalah ibu...

Nah bagaimana kalo laki-laki? Laki-laki apa yang harus dipilih oleh wanita?
Meskipun haditsnya berbicara tentang wanita, tapi banyak yang setuju kalo hal ini juga berlaku untuk laki-laki...

Dan berdasarkan pengalaman pribadi setelah menikah...

  • Suami itu yang wajib mencari nafkah
Harta yang masuk kedalam perut keluarga kita bergantung dari nafkah yang diberikan suami, halal atau tidak. Dan itu juga berpengaruh terhadap kualitas pribadi anggota keluarganya.
So, meskipun si istri yang menjaga harta suami, namun sourcenya melalui suami.
*untuk wanita bekerja, ada pengecualian ya.. sourcenya bisa dari dua-duanya, tapi kan teuteup yang wajib untuk nafkahi keluarga mah yang suami, uang istri adalah hak istri :)

  • Suami juga imam, bukan hanya imam sholat ^__^
Kalo kata Bu Wirianingsih istrinya Pak Mutamimul Ula, bahwa yang memberikan GBPP, garis besar panduan pendidikan/pelaksanaan dalam keluarga itu adalah Ayah, dan si Ibulah yang mengejewantahkannya ...
(cieee bahasnya ...)
Jadi meskipun si Ibu yang banyak berinteraksi dengan anaknya, namun Ayahlah yang memegang komando...
Keterlibatan Ayah untuk memberikan kerangka berfikir dan femahaman ini sangat penting. Walopun gak banyak bicara, namun tindak tanduk si Ayah banyak diikuti anak-anak. Begitupun cara Ayah mengambil keputusan dll..
*heuheu jadi inget Wafa dan Abahnya ^__^

  • Suami juga tempat kita berlabuh (swiiiiiit prikitiw..), dan kitapun tempat suami berlabuh. Bukan begitu Ibu-ibu?
Yang sering saya rasakan, ketika ada masalah diskusinya sama suami. Baik itu masalah riset, anak-anak (eh baru satu ya anaknya), masalah amanah, apalagi kefahaman islam saya yang masih cetek, pasti nanyanya sama suami dulu, baru sama yang lain. Maklum mulutnya suka gatel, kalo ada yang mengganjal maka pinginnya langsung nerocos, dan yang paling aman adalah ngomong ke suami, kan suaminya gak ember
Suami jugalah yang menenangkan saya, memberikan masukan dan juga menjadi guru ketika ada sebuah pertanyaan yang membahayakan keimanan dan kefahaman saya, alhamdulillah
Suami saya memang bukan orang yang sempurna, namun saya merasa nyaman ketika mengetahui bahwa dia bisa memberikan saya nasihat yang senantiasa mendekatkan saya dengan Alloh swt.

  • Keta'atan kita setelah menikah adalah pada suami setelah kepada Alloh swt dan Rasulnya
Nah bagian yang ini agak repot kalo si suami gak baik agamanya. Bisa-bisa dia menghalangi kita untuk ta'at pada Alloh dan Rasulnya.. iii Naudzubillahi mindzalik.
Banyak kan kejadian seperti itu, suaminya 'melarang' istrinya untuk menjadi istri shalihah
*Hasil diskusi sama suami: Ini juga jadi catatan ut suami, karena ketika istrinya tidak melakukan suatu amal ibadah karena suaminya melarang, maka diapun akan dikenai tanggung jawabnya

Jadi, kalo dipikir...
Ketika laki-laki harus memilih wanita yang baik agamanya, maka terlebih lagi wanita.dia harus memilih laki laki yang sangaaaaaaaat baik agamanya. Karena kalo di list dari point - point diatas, maka wanita berada di bawah 'kekuasaan' laki-laki...
eeit jangan protes duluuu...

maksudnya, banyak hal dari diri seorang istri yang berkaitan dengan suaminya, terutama masalah keta'atan...
Meskipun Alloh swt menyebutkan bahwa keta'atan pada suami dibawah keta'atan pd Alloh&Rasulnya, namun pd prakteknya banyak para istri yang tidak bisa berkutik terhadap perintah dan kemauan suaminya
Jarang yang bisa seperti Asiyah istrinya Fira'un, yang meminta dibuatkan rumah di syurga pada Alloh swt dan tetap konsisten untuk tidak ta'at pada kepada Fir'aun...

Namun jika boleh memilih, ingin menjadi Asiyah ataukah Khadijah?
Dua dari 4 wanita penghulu syurga, yang satu diberi ujian suami seorang musuh Alloh, sedangkan satunya lagi bersuamikan manusia terbaik sepanjang masa..
Dan ketika akad belum terucap, maka seorang muslimah diberikan kesempatan oleh Alloh swt untuk memilih imamnya, belahan jiwanya, Kapten dalam biduk rumah tangganya

Namun ketika ternyata diuji dengan suamikan yang belum shalih, dan taunya setelah nikah, ya berjuanglah&istiqomahlah..
"Sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan".. :)

Allahu'alam bi showab...

*heuheu maaf si rela ini noroweco teu pararuguh, ceritanya habis ngasi komen di MP teman, lalu berkontemplasi, lalu makin menyadari bahwa suami adalah imam & saya selama 3 tahun lebih ini telah belajar banyak darinya...

Makin sayaaang deh sama si Mas..

*swiit swiit prikitiw.. daripada di suitin sama yang lain mendingan suit duluaaan

Thursday, August 05, 2010

janji..

janji itu harus ditepati kan?
meskipun janji itu pada diri sendiri..
Nah, bukankah Rela Puteri Pamungkas berazam menulis setiap hari????
Itu janji bukan ya?
^__^
Trus bagaimana jadinya niyy, banyak hari tanpa menuliskan sesuatu...

Berbicara tentang janji, seorang Umi bernama Rela Puteri Pamungkas sedang mengulang, mereview, memahami,..heeemmh lebih tepatnya belajar tentang makna janji melalui putri tercintanya Wafa...
Si Umi ini mencoba mentarbiyah dirinya dan putrinya tentang makna menepati janji..
Karena disadarinya banyak janji yang terlupakan atau .... hemmh dilupakan? Tak disadari.. heemmh atau disadari, bahkan mungkin disengaja... :(
Astagfirullah 'al adziim

Ah putriku sayang, ajari Umi ya shalihah..
Ajari Umi akan banyak hal ya Nak..
Mari kita belajar bersama-sama ..
Semoga Alloh senantiasa memepersatukan kita, hingga Alloh mengumpulkan kita kembali di JannahNya...
Aamiin..

*seorang murid dari mahluk kecil yang dititipkan padanya*

Friday, July 30, 2010

[curhatan sore] :30 Juli 2010::

alhamdulillah, satu persatu masalah terurai...
dengan bersabar dan bersyukur, Alloh memberikan kita akal untuk menyelesaikannya..

Mungkin tak semua terselesaikan saat ini..
Tapi ketika Alloh swt berkenan melapangkan hati, maka semuanya akan terasa mudah..
Alhamdulillah Yaa Alloh, kau masih mengaruniakan rasa syukur dan sabar itu dalam dadaku..
Terbayang betapa sempitnya hati ini, betapa sesaknya dada ini jika rasa sabar dan syukur itu kau cabut dari diriku...

InsyaAlloh semuanya akan baik - baik saja..
Selama kita berpegang pada cintaNya..
aamiin...

Dan Alhamdulillah wa syukurillah atas semua nikmat yang Engkau berikan..
InsyaAlloh, amanah dari saudara kami untuk putri kami tercinta akan kami tunaikan sebaik kami bisa..
Sekali lagi, hanya Alloh swt yang mampu membalasnya..
Jazakumullah khairan katsira



*pssst yang ini mah boleh komen deh!! ^__^



[curhat pagi]

heemhh ..
mulailah hari dengan Bismillah...

Subhanallah, Alloh senantiasa memberikan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka, hingga air mata ini menetes karenanya..
Speechless kemudian...
Lalu bingung, terlalu besar, walopun dikatakannya sebuah titipan untuk orang yang sangat kusayangi..
Bagaimana aku harus menjawabnya?
Selain tentunya dengan untaian do'a semoga Alloh swt membalas dengan yang lebih baik..
Jazakumullah khairan katsira kepada hamba Alloh..
..
Afwan masih belum bisa berkata apa-apa lagi..

--::---

Pikiran ini terpecah sejak kemarin,
Dalam hati sudah tahu bahwa Alloh akan memberikan ujian dalam setiap amanah,
Dan ujian itu datang lagi, harus dihadapi..
Karena itu adalah bagian yang akan menguatkan hati, jiwa dan membentuk pribadi,
Tapi ternyata, masih saja ada keluh keluar dari mulut ini,
Padahal Alloh berkali kali menjanjikan..
"Bersyukurlah maka akan Aku tambah nikmatKu bagimu"
Dan Alloh senantiasa mengiringi kata syukur itu dengan bersabar..
"Bersabarlah agar semuanya terasa lapang dan mudah"..
Rabbi kuatkan aku untuk senantiasa bersabar dan bersyukur

--::--

Tiba-tiba hatiku tersentak lagi,
Tak kuat?
Ah ujianmu tak seberapa..
Bayangkan seorang Nuh, dimana orang - orang terdekatnya yang tidak menghiraukan ajakannya..
Anaknya dan istrinya..orang-orang terdekat yang tentunya amat dicintai olehnya
Sunatullah bahwa disetiap jalan dakwah itu ada orang yang akan begitu semangat menyambut seruan Alloh swt, akan ada yang menjauh dan ada pula yang diam membeku...

Terlanjur sayang, mungkin itu yang membuatmu merasa berat...
Bayangkanlah sosok Rasulullah, hingga ajal datang Paman yang sangat disayangi dan dicintainya pun tak jua mengucap syahadat..
Berat bukan?
Lalu harus bagaimana, jiwa ini terasa mandeg dan berat..
Terasa lelah yang bertumpuk - tumpuk...

Aaaah memang aku yang harus memuhasabah & memutabaah diri sendiri

Yaa Muqallibal qulub tsabbit qalbi aladdin wa ala thaatiq
aamiin Yaa Rabbal 'alamiin

--::--

Thursday, July 29, 2010

si plin plan

beberapa hari yang lalu melihat 'lowongan' PhD disebuah Universitas terkemuka di negri yang berbeda..
Heuuuh pas baca langsung merinding, soalnya syaratnya mahir dalam pemodelan, komputasi dan fisika, soalnya lowongannya tentang 'gelombang'...
Ahhh sejak kapan diriku tidak alergi dg Fisika? Hehehe..

Maka kusimpan informasi itu, padahal dalam hati kabita pingin jalan-jalan ke negri itu..
*catetttt jalan-jalan yaaa bukan jadi student

Trus .. trus, morning conversation with Mas Teguh, tiba tiba si inpo lowongan PhD itu nyelonong keluar dari mulutku...
Kata si Mas, kalo gak menyita waktu coba saja apply, untuk melihat daya laku kita sebagai student ..
Dengan catatan tidak mengganggu aktifitas writingku...

Hemmh.. akhirnya kubuka lagi e-mail tsb...
Diklik link infonya dan dibiarkan selama beberapa hari terbuka tanpa sempat dibaca (alias gak nyempetin)...

Kenapa?
Selain karena gak PD, juga karena penyakit plin-plannya kumat lagi...
Katanya semangat untuk nerusin S3 tapi ko ya pingin 'istirahat' dulu..
Pengen nguyek nguyek Wafa, menghabisakn banyak waktu dengan Wafa, trus program bermain dan belajarnya Wafa juga kan belum terlaksana tuh..
Trus pingin belajar hal-hal yang ditulis di mimpiku

Jadi kumaha iyeu teh...

aaah nulis heula nuliiisss.... kan mo submit segera..

aamiin..

*mohon do'anyaa.. maaf kalo tulisannya gak bermanfaat..

Wednesday, July 28, 2010

progress-nya?

janjinya nulis tiap hari, tapi banyak hari yang dilalui tanpa menulis...
janten kumaha iyeu teh...

btw kalo nulis thesis masuk dalam kriteria menulis tiap hari gak ya?
*eeh kan yang bikin peraturan diri sendiri ya?
Owkeeh deh, nulis thesis juga masuk dalam list menulis tiap hari...

oo tapiii ooowh, kemaren mah tak nulis sekalimatpun, even for thesis, because i am so wareg dengan rawon dan cemilan lain yang disajikan Bu Maman..
Neng Aie... hatur nuhun sudah mengantar jemput dirikyuuu...
Hati-hati dijalan, hopefully semuanya baik-baik saja...
titip jajanan Bandung yaaaaa... ^__^

hatur nuhuuun Buu...
^__^

Thursday, July 22, 2010

Wafa :: Juli 2010

aaaaaaaaah sudah lama tidak menulis buah hati Umi...

maafkan maafkan Umi ya shalihah..

petang tadi, sepulang Umi k-Lab-ing Umi merasa punya energi yang suangaaaaaat besar ketika akhirnya sampai di rumah dan bertemu ceuceu shalihah. Makanya dengan riang Umi ngajak Wafa main sosorodotan alias perosotan. Tapi Umi harus ke WC dulu kata Umi. Selepas dr WC, Umi udah siap-siap lagi mo ngajak ceuceu main. Eeeh Wafanya malah asyik main yang lain, dan ternyata dirasa rasa badan Umi pun rasanya penaaaaat banget, remuk redam gitu d!
*Haha terlallluuu bahasanya...

AKhirnya si Umi memutuskan untuk rebahan dengan asumsi bahwa ceuceu shalihah lupa, eh tiba tiba...
"dotan.. dotan"
"sososrodotan.. sosorodotan...."
aiih gimana niiy, si Umi capek, tapi tadi kan udah janji ya?
Bismillah, insyaAlloh kuat d, masa ngajarin ingkar janji ...
"Sakedap nya, Umi ngangge kerudung heula"
"Sebentar yaa Umi pake kerudung dulu", sahut si Umi
Dan Wafa pun sibuk nyari kerudung punya dia, "dung.. dung", katanya...
Alhamdulillah insyaAlloh shalihah ya putri Umi..

anak akan belajar dari lingkungannya, selama ini si Umi jarang-jarang minta Wafa pake kerudung, tapi beberapa kali terbukti, Wafa minta pake sendiri saat melihat orang disekitarnya memakai kerudung. Walopun ditengah perjalanan si kerudung dia buka

Eh eh, Wafa keukeuh pingin najak Abah serodotan juga, tentunya di propokatori sama Umi. Haha, si Umi pingin banget jalan-jalan b3 soalnya..
Pas Abah bilang, "Sebentar ya", dan berjalan ke kamar, Wafa bilang "Abah Dung"..
Haha, Abah mah gak pake kerudung, shalihah...

Dan jalan-jalan lah kami b3 ke tempat perosotan. Namun Abah hanya mengantar saja, karena Abah sakit kepala, kecapeaaannn...

Sesampainya di taman bermain, Wafa malah terpesona sama abang-abang yang main bole. Hussh bukan sama si Abangnya, tapi sama permainan bola. Jadilah Umi dan Wafa nangkring ngeliatin yang main bola.
Abang abang itu main bola dengan teknik menyundul bola, lalu spontan Wafa berkata, "Auuh", alias sakit. Maksudnya Wafa bilang kalo Abang-abang itu pasti sakit karena bolanya kena kelapa eeh kepala. Hehehe...
Lalu Umi jelaskan sebisanya kalo Abang-abang itu gak auh, mereka sengaja menyundul bola. Entah Wafa faham atau tidak, yang jelas beberapa saat kemudian Wafa teuteup keukeuh bilang "Auh".. berempati mungkin ...

Nah saat menonton bola ini adalah saat yang menegangkan, karena si Umi amat teramat takut sama bola, walopun bolanya kecil.... . Sieun katinggang hahaha..
Tapi Umi kuatkan diri untuk tetap menemani Wafa puas melihat Abang-abang itu bermain bola....

Setelah puas melihat yang main bola, Wafa pun main perosotan...
Alhamdulillah, yang biasanya selalu takut sama orang baru, sore itu Wafa berani bilang "Hai", dengan seorang gadis Arab..
Dan ketika ada seorang anak laki-laki yang diberikan 'kelebihan' dalam mentalnya, Wafa alhamdulillah tidak takut. Umi pun mencoba berbincang dengannya sebisa Umi, untuk mengajari Umi dan Wafa bahwa disetiap bentuk, kekurangan maupun kelebihan setiap orang, maka Alloh telah menciptakan sebuah kesempurnaan. Agar Umi dan Wafa mampu menghargai setiap orang dengan apa yang dipunyainya ...
Tapi, masih aa satu catatan kecil untuk Umi, Wafa masih belum mau berbagi. Ketika anak 'istimewa' itu memegang jungkit-jungkitan yang sebelumnya dinaikin Wafa, Wafa langsung bilang "Fa nya", alias "Wafa punya"...
Heuheu.. masih perlu proses untuk mengajarkan arti berbagi untuk putri Umi yang insyaAlloh shalihah ini...

Permainan di taman ini berakhir dengan 'mengompolnya' wafa selepas main perosotan..
Sambil jongkok dan wajah innocent, wafa bilang "Yaaah piiis"....
Yup, putri Umi belum lulus toilet training untuk BAK, tapi alhamdulillah kalo untuk BAB sudah lulus dari beberapa bulan yang lalu. Kalo mo BAB alias puupppp, Wafa pasti bilang, bahkan kalo lagi pake diapers pun insyaAlloh bilang. Tapi kalo pipis, bilangnys etelahnya ..
Kira-kira kenapa yaa?
Ada yang bisa ngasi solusi?

Heemmh saatnya nulis perkembangan Wafa..
Kosakata, alhamdulillah banyak perkembangannya, sering meniru kata-kata baru dan ternyataa diingatnya, sampai si Umi sering bengong karena gak menyangka Wafa tau kata-kata itu..
Tapi masih banyak yang perlu translater, heuheu jadi inget cerita Mbak Rinda tentang lagunya Eka...
Mbak Rindaaa.., ternyata Wafa pun sekarang sering mengeluarkan kata-kata aneh merujuk suatu lagu.. ^__^
Misal lagu Mc Donald, wafa nyanyinya...
"iya iyaooo Mekong... iya iya ooo Mekong"...
Nadanya sudah jelas kalo itu maksudnya lagu Mc Donald yang bagian ini..
"O Mc Donald has a farm... iya iya..ooo"
Namun Umi dan Bi Etri bengong duong... apaaa itu Mekong???
Lama lama Bi Etri tau... cliing..
Oo begini terjemahannya...
"iya iyaaooo Mc Donald".. so Mekong it is mean Mc DOnald

Ada lagi lagunya Zain bikha yang Flower are red.., kedengaran sama Umi "ooooreen", padahal maksudnya "are red" hahaha..
secara nada, alhamdulillah sama dengan lagu aslinya, tinggal pronunciation - nya saja yang belum okeeh..
*halaaaaaah si Umi terlalllu lagi dah bahasnya..

Trus apa lagi Mi...
Wafa kadang sudah mau makan sendiri, minum sendiri, pake baju/celana sendiri dan melepas sendiri, tapi masih kadang-kadang. Soalnya kadang juga bilang "AuuuMiiii", alias "Mauu sama Umi"..
Bilingualnya gimana?
Yaah masih suka -suka, kadang ngomong sunda kadang endonesia, eh kadang melayu juga. Melayu???
Iya, sejak Upin Ipin jadi tontonan wajib, maka Wafa pandai berbahasa melayu..
Efek postitifnya dari si kembar ini adalah, Wafa belajar tentang do'a walopun gak bisa ngikutin BLEK, at least Wafa rajin bilang "aamiin"..
Suka ngerti juga kalo Umi bilang mo sholat...
Dan ssstt ternyata Wafa juga sering menanyakan Ka Ross lho...
hahaha...
Semoga bukan garangnya Ka Ross ya yang diikuti Wafa.. aamiin...

Subhanallah, alhamdulilah Wafa sudah bisa diajak berbincang akan beberapa hal..
Sekarang, 1 bulan menuju usianya yang 2 tahun, si Umi sedang berusaha weaning with Love...
Walopun makin hari ternyata oo ternyata..wafa makin nempel sama nenen/ASI...
Padahal dia sendiri yang suka bilang..
"dede.. nenen?"..
"iya", kata Umi, "(kalo) ceuceu?", maka Wafapun menggelengkan kepalanya..
Tapi akhir - akhir ini Wafa memang sering akting jadi dede baby, minta digendong dede baby, dibedong, hahaha.. ah kecil kecil sudah berAkting ..

Wafa pun mulai kenal dot, tadinya si Umi mo ngikutin cara seorang teman yang menyapihnya lewat dot. Jadi ketika anak minta nenen, sedikit-sedikit ditawarinnya susu di dot, sampai akhirnya ASInya menipis dan si anak lepas dari ASI dan berpindah ke dot. Lalu bagaimana untuk melepaskan dotnya? Ternyata caranya sama, dengan dikenalkan minum dengan sedotan dan gelas...
Nah ternyata kes ini tak berlaku untuk Wafa. Wafa maah dot dicobain, tapi kalo pengen nenen mah teuteup wee nenen ..

Yaa masih ada satu bulan, semoga Wafa makin hari makin faham ya Nak..
Kan Wafa sering ngangguk pas Umi tanya, "Mau dedek"...

Oia, malam ini ketika nenen, Umi mendongeng kisah Wafa, Adek Adli, Abang Azka dan Ka Raina. Ceritanya tentang indahnya berbagi...
Walopun pas Umi cerita, "Ka Rania pinjam Hippo (bonekanya Wafa) ya", wafa masih bilang "Fa nya (Wafa punya)", sambil tangannya melakukan gerakan mengambil barang..
Alhamdulillah ceritanya Happy ending, Wafa ngangguk pas dibilang, Ka Rania pinjam bonekanya, kan Wafa bageur, pinter dan shalihah. Wafa juga ngangguk pas dibilang Wafa bagi bagi biscuit ke Abang Azka, dek Adli dan Ka Rania...
Semoga dengan dongeng beragi ini, menanamkan arti berbagi sesungguhnya pada Wafa ..
aamiin...

Ibu-ibu yang anaknya jadi tokoh di dongeng Umi, makasiih yaa...
Maksudnya biar Wafa merasa nyata,...
Ibu-ibu yang lain yang anaknya sering main dengan Wafa juga insyaAlloh kebagian ko, kebagian jadi tokoh ceritaaa..
Hehehe...


Oia Umi lupa, tadi pagi Waf berhasil 'ngobrol' sama PakDhe Dawam, sayang pas bagian Mbah yang ngomong Wafa diam. Mungkin perlu dirangsang dg gambat seperti pas ngobrol dg PakDhe yaa..
PAdahal Mbah apsti pingin denger suara dan gambar Wafa, shalihah...
Semoga besok bisa gTalk-kan lagi yaa...

itu dulu ...
nanti kalo Umi inget, Umi tulis lagi....

Semoga ceuceu shalihah makin pinter, sehat dan kuat yaa.. aamiin
LuV


energi besar

menjalani dengan konsisten itu perlu passion,
dan passion itu lahir diawali oleh cinta

cinta itu tak bisa hanya mengandalkan perasaan yang tiba-tiba..

like fall in love in the first sight
dia harus dipupuk dan dipelihara ..
ditumbuhkan katanya...

mencintai juga perlu energi,
meskipun terpesona di awal waktu, namun jika energi itu habis maka bisa saja cinta itu tiba-tiba hilang ditengah jalan

namun dibalik itu semua, pertolongan Alloh adalah energi yang lebih besar lagi
karena cinta tak kan mungkin ada jika bukan karenaNya...

Mohon do'anya yaa...

*in term of research and writing thesis, but I think this statement can be used for our daily life.. am I right ^__^*

.. luv ...

Mas, ad suka jika di pagi hari kita bisa berbincang, tentang sesuatu yang bermakna..
Pembicaraaan yang membuat kita dekat denganNya

Mas, ad juga seneng kalo Mas mo berdiskusi tentang apa yang Mas tahu,
Merasa seperti seorang anak kecil yang bertemu dengan seorang bijak yang menceritakan dunia,

Mas, ad bahagia ketika tangan kokohmu menuntun buah hati kita,
Mengajarkan dengan sabar apa yang Mas tahu padanya,
Semoga kecintaanmu pada ilmu terwaris padanya

Mas janganlah berhenti belajar dan mengajari kami serta...

-cinta karena Dia yang memberi cinta-

Tuesday, July 20, 2010

banyak cerita

banyak cerita selama week-end kemaren.. tapi masih belum bisa menuliskannya..
soalnya puanjaaaaaaaaang buanget..
padahal si cerita itu sudah menari - nari di otaku, hanya menunggu untuk dituliskan..
semoga sempat dituliskan sebelum si cerita keburu kabur *__*

Wednesday, July 14, 2010

kenangan

kenangan itu, bisa berkelebat tiba-tiba,
apalagi jika kita merasa kecewa pada sesuatu, dan di masa lalu ada sebuah kenangan indah yang berbeda 180 derajat dengan keadaan yang kita hadapi saat ini,

kita sering lupa, bahwa yang kita miliki adalah masa kini dan bukan kenangan itu,
andai...
bukankah kata andai itu tidak diperkenankan..
masa depan, itulah yang bisa kita usahakan,
seindah apapun kenangan yang kita miliki, itu tetaplah kenangan yang tak mungkin diputar ulang..

hiduplah dengan menjalani masa kini, dan persiapkanlah masa yang akan datang ...
dan jadikanlah kenangan itu sebagai sebuah pelajaran ..

allahu'alam bi showab..

LuV

aku mencintainya

aku mencintainya tiba-tiba, serta merta tanpa harus terpesona dengan dirinya...
aku mencintainya dengan tulus, insyaAlloh, hingga sering memikirkan keadaannya, kesehatannya, keberadaannya ...
aku mencintainya sungguh, menginginkan segala yang terbaik untuknya...

ingin bersama-sama dalam jalan yang baik mendekat padaNya..
ingin berlomba untuk beramal shalih agar mendapatkan cintaNya

hingga ketika ku tahu jalannya salah menurut aturanNya,
akupun menangis, bersedih, hingga untuk beberapa lama senantiasa memikirkan dirinya...
merasa bersalah yang teramat besar,
sudah cukupkah aku menjaganya, menasihatinya dan menyayanginya agar dia senantiasa di jalanNya..

suamiku senantiasa berkata, "Jangan terlalu difikirkan"..
namun tidak bisa, Dzat Penggenggam Jiwa akan bertanya padaku nanti
dan aku takut sangat takut, jika aku tidak mampu menjawabnya...

wahai saudariku yang telah dipertemukan denganku dalam majlis ilmu yang baik..
aku mencintaimu, sungguh...
semoga engkau, aku dan sudari kita yang lain senantiasa bersama-sama di jalanNya..

aamiin

http://www.iluvislam.com/v1/readarticle.php?article_id=1841

up To date?

kalo tidak salah,Ali ra pernah berkata,

"Didiklah anakmu sesuai dengan jamannya".

Maka, jika boleh diriku menafsirkan lebih luas, maka kita jg harus 'mendidik' diri kita sesuai dengan jamannya.

Bukan berarti harus mengikuti arus 'barat' tanpa ba bi bu, ataupun sangat kerren dan gaul dengan segala atributnya.

Tp (menurutku), kita harus tahu bagimana caranya agar kefahaman kita mengenai dienul Islam yang haq ini tersampaikan dlm bahasa masa kini & juga up-to date dengan kondisi masyarakat saat ini.


--status di FB yang diperpanjang, tulisannya seuprit dulu di MP, soalnya lagi dikejar-kejar-

setiap hari

ingin menulis setiap hari,
tulisan yang isinya menebarkan kebaikan,
bukan hanya curhatan iseng yang gak ada gunanya,

bisa gak ya?
hemhh heemmh
gak janji bisa konsisten berapa lama, tapi Bismillah diniatkan untuk menulis setiap hari.
Kalo gak di MP ya di FB..

^__^

ok, hari ini nulis apa ya?


Monday, July 12, 2010

pembuktian..

cinta boleh diungkapkan dengan berbagai cara...
bukan hanya dengan untaian kata romantis,
atau perhatian disetiap kesempatan,
apalagi harus dengan sebuket bunga ataupun coklat,
meskipun jujur, hampir setiap wanita akan meleleleh jika mendapatkannya

cinta lahir dari ungkapan yang tulus,
keinginan untuk membahagiakan,
ataupun sebuah tanggung jawab untuk senantiasa mensejahterakan,

karena tak setiap pribadi dilahirkan romantis,
bukan begitu?

12Juli10
*Maha Kuasa Alloh yang Telah menggerakan setiap hambanya untuk menggapai rizkiNya*
LuV

Thursday, July 08, 2010

kalimat itu

ketika mendung menggayuti..
ketika dada terasa sempit..
buliran air mata seakan mendesak ingin membasahi pipi..
manahan emosi yang terasa menyesakkan dada..

namun ketika kalimat itu terucap, tulus ..
maka semua kesal menjadi tawa yang menceriakan..
berubah dalam satu genggaman tangan..

jangan pelit untuk mengungkapkan rasa pada yang halal untuk dicintai

-Maha Suci Alloh yang telah mengaruniakan cinta di antara hambanya-