kangen banget ma sesorang, yang sudah mengisi begitu banyak hari-hariku
akhir-akhir ini kerjaanku memang numpuk banget, makanya ga pernah bisa makan bareng, ga bisa chatting lagi..apalagi buat ngobrol...
padahal, begitu banyak waktu yang dia sediakn untuku, begitu banyak tausyiah yang dia sampaikan untuku. bahkan tak terhitung banyaknya message archieve yang tersimpan dengan id-nya. menunjukan saking seringnya aku gangguin..baik itu untuk ngobrol, ngusir ngantuk, ngilangin cemas..bahkan untuk sekedar BUZZ yang ga jelas...
perasaan waktunya selalu ada buatku...
sekarang akunya sibuk, jadi "melupakan"...tampak ga adil..tapi ga maksud ko...hiks...
bahkan aku pernah berjanji untuk membuat tulisan untuknya sebagai kado pernikahan, sampai sekarang blom tertunai. sampe-sampe "konsep" tulisannya udah mencair dan ga tau mau nulis apa...hiks...
huahhh..huahhh........*nangis dulu ya*....
maafin aku yaaaaaaaaaaaaaa.........
bahkan untuk segenggam coklat serta sebuah es krim pun tak bisa kuberikan...huahhhhhh...
hiks....
jadi pingin cerita....sekedar mengobati dan bernostalgia tentangnya...
kenal dengannya sudah lamaaaaaaaa......
setiap bertemu selalu menyenagkan..pasti cerah dan ceria, kesan yang ditinggalkannya selalu mendalam, bukan hanya untuku tapi untuk teman-temanku juga begitu...
paska kampus, aku dan dia sama-sama kerja di lingkungan kampus. subhanallah rizkinya tak kmana...ga lama setelah lulus langsung ditawarin di tempatnya sekarang.
nah waktu pas banget paska kampus itu, aku kena "sindrom dan jetleg" paska kampus. jadinya selalu merasa "aneh dan sendiri" di komunitas yang beda. nah, kala sedih gundah dan gulana itu, aku selalu minta ditemeni sama dia. minta makan siang bareng lah....minta anter kesini lah...atau minta ngobrol pas lagi stress....trus..trus..nebeng pulang pas aku "ngungsi" ke rumah teteh...
akhirnya kami lebih dekat dari sebelumnya...kayaknya kalo tiap hari ga laporan sama dia aneh d!
pernah dulu mau "menyembunyikan" suatu masalah darinya..tapi lama-lama ga tahan..akhirnya..tumpah ruah deh semuanya....hihihi..rela banget..ga tahan kalo ga cerita...^_^
sampai akhirnya saat istimewa itu datang...
awalnya suatu sore sebelum ramadhan...
YM-ku berkelap-kelip...waktu itu kita ga sempat makan siang bareng...tapi dia punya sesuatu yang ingin disampaikan....
tadinya mau dia tahan ceritanya sampai aku pulang dari Riau...waktu itu aku berencana pergi ke Riau untuk survey. tapi aku ndak mau.....bakal "mati" penasaran kalo ga diceritain...^_^
akhirnnya kami janjian mau nge"date" makan es krim pas sehari sblum shaum....
akhirnya dia cerita tentang sesuatu yang spesial yang akan "mengubah" seluruh jalan hidupnya...
bahagia..terharu..lega....
lho ko lega......
iyalah..walopun aku bukan ibunya..aku bukan saudari kandungnya...tapi aku saudarinya yang seiman..yang setiap saat selalu berharap yang terbaik untuknya....
alhamdulillah...
hingga hari-hari ku di Riau-pun masih tetap terikat dengannya. masa-masa bete-ku tetap aku laporkan...masa-masa deg-degannya pun tetap dia sampaikan dalam untaian short message service ..seru jadinya...penghilang bete dan rasa yang ga nyaman selama aku survei...
jujur..sebenarnya aku aga "cemburu" juga...
kalo dia nikah....nti aku "dicuekin" duong..!!!! * ups....bungsu ku keliatan"...
tapi dengan bijaknya dia berkata...
"kalian berdua mempunyai posisi yang berbeda dan tetap sama pentingnya"...
"suami punya posisis tersendiri..begitupun sahabat punya posisi tersendiri"....
huahhhhh terhura...eh terharu.....
jadilah hari-hariku makin berma'na...
hehe dia yang nikah, ko aku yang dapet getahnya...*_*
iya soalnya tausyiahnya selalu mengalir....
pengalamannya selalu terurai...
dan ceritanya membuatkau makin mantap untuk menempuh "cara" seperti yang telah dia lalui...
aaaahhhhhh teteh......makin kangen nih jadinya...hiks...
nti senin kalo teteh ga shaum, lunch bareng yah...
rela kan belajar manajemen waktu agar hak sahabat tetap tertunaikan...
tak menduakan teteh dengan BOB atau CHURN...^_^
teteh aja punya waktu buat rela, masa rela ngga...
dah ah...
teriring salam sayang dan kangeeeen banget..insyaAllah bulan depan makan es krim dan coklat ya.....^_^
wiThLuVCozOF4JJ1
ure little sister...^_^
Saturday, February 11, 2006
setelah stress dengan soal-soal ujian...nangkring dulu di "tempat kerja"...
eee "kapegat" hujan, jadi ajah tulas-tulis mararulis...
tapi kenapa ya idenya susah keluar, tapi kalo lagi nyetir motor..idenya sukan datang bertubi-tubi. Padahal kan bahaya yah? Masa naik motor sambil mengkonsep tulisan. Ada-ada aja nih...
Oia karena ga bisa nulis di keramaian, tapi susah waktunya untuk nulis dikeheningan. Jadi makin hari tulisan saya makin ga mutu. Rata-rata isinya curhat kejadian sesaat. Ataukah karena sedang "futur" ya?
oia..i have an idea to write in here...
soal kartun rasulullah...
sedihhh banget....
tapi semoga ajah bisa jadi titik balik buat umat ini untuk bersatu dan menyadari "persaudaraan" yang telah lama tidak dirasakan...
setelah kesulitan akan ada kemudahan...
setelah kesedihan akan ada kegembiraan...
tapi sedih juga dengan reaksi yang anarkis, kesannya jadi kegitimasi atas cap kalo Islam itu "kasar dan tak beradab"...
kalo soal hukum mati..mmh kayaknya setuju ajah, tapi kalo soal aksi yang brutal dan dzalim kayaknya....ga setuju deh.
Sampaikanlah dengan cara yang ma'ruf....
InsyaAllah efeknya juga ga akan kalah dahsyatnya
so mari kita bergerak...
dengan Hikmah...
rasakan persaudaraan, rasa senasib dan ikatan yang telah Allah berikan...
perasaan yang lebih kuat dari ikatan darah...
semoga makin tercerahkan dan tersadarkan, bahwa Islam itu satu
akhi..ukhty... in all around d world...rindu rasanya bertemu dan bersatu dalam "gerakan" yang sama...kapan ya?
ikut milis imb udah lamaaa, tapi ko ya ga ada kontribusinya sama sekali. orang ribut diskusi A, B ,C ampe Z malah ada yang nambah sampe AA, BB....aku ko diem ajah yah...
apa keluar aja dari milis kalo diri ini ga ada manfaatnya....
hemmmmh gimane nih penonton, ups pembaca maksudnya...*_*
*edisi aneh..(agaaaaaaiiiiiiiiiin........ ) *
besok Aa-ku nikah, pas ditanya gimana rasanya, ko dia bilang biasa ajah....dasar cowo' ...^_^ ups afwan bukan mo generalisir
tapi..ko ya saya yang deg-degan...
aneh banget yak!
mungkin karena setelah mereka menikah, istrinya bakal nemenin aku tinggal di bandung, sementara Aa-ku tinggal di jakarta. Jadi bingung, yang nikah tu siapa? Ko malah aku yang hidup bareng ma calon istrinya Aa..hehehe...
doaka yah biar kami bisa rukun, akur tentrem dan damai...
(hihihi..kaya apaan aja....)
udah ah....
*edisi aneh setelah test..^_^ *
Saturday, February 04, 2006
Terinspirasi dari tulisan seorang teman
Be-PNS..mmh let me think
Awal lulus, saya ga mau jadi PNS alasannya
Pertama karena hampir 80% keluarga saya adalah PNS. Tiga orang kakaku, termasuk kakak ipar berprofesi sebagai PNS. Dengan ke-2 orangtuaku juga PNS. That is enough, isn't it? Belum lagi paman bibiku yang PNS juga, huahhhh... komposisi keluaraga yang cukup 'membosankan', karena tak ada lagi profesi lain. Rata-rata mereka sebagai guru, makanya dulu juga sebelom nyobain, males jadi guru. Tapi sekarang mah kalo jadi guru, gpp. Bay the way ... that's the first reason.
The second one is, I wanna proof to all of them ... my family of course that I can be success without being a PNS. Allah memberi rizki dari segala arah. Saat ini, keluargaku dapat hidup tenang dengan jaminan, karena jadi PNS. Selalu ada gaji, dapet pensiun. Itu karena peraturan pemerintah yang berlaku saat ini seperti itu. Tapi, bagaimana kalo peraturan itu berubah? Tentu jika alasan kita adalah kestabilan PNS, kemudian peraturannya berubah, maka kita kana kecewa, so where the loyality are?
The third one is, I didn't sure that I can still stand up with my idealism. Intinya takut terwarnai dan tidak mewarnai. Saat ini memang sudah banyak PNS yang berada di jalur yang benar, tapi masih ada stok lama. Saya? Saya gak yakin mampu berdiri dengan bersih dan masuk kedalam golongan bersih. Who knows? I'am not that good... I still learn about life...
But my dream was not only belong to me. There are a lot of people who has an expectation about who I will be. As long as it didn't contrary with my idealism of being a good slave in front of Him, I think it’s ok. Ya hidup adalah ‘milik’ kita, setiap tindakan hanya kita yang harus mempertanggungjawabkannya. Setiap jejak adalah sebuah pilihan yang diambil. Tapi tak ada salahnya membahagiakan orang-orang yang telah ‘mengorbankan’ begitu banyak hal dalam hidupnya untuk kita. Meskipun setiap tetes rizki yang kita peroleh datangnya dari Allah, tapi lewat tangan mereka rizki itu mengalir. Jika memang PNS bukan ladang terbaik bagi kita untuk mencari rizki, insyaAllah Dia akan memberikan ladang yang lain. Jika kita selalu berdoa agar tetap istiqamah di jalanNya, maka Allah akan tetap menjaga kita dan insyaAllah tak akan terwarnai. Kalopun ternyata Allah menganggap kita tak cukup kuat untuk berdiri disana dan membuat perubahan, Allah pasti akan memilihkan tempat beramal yang lain yang lebih tepat.
Allahu’alam bi shawab ...
Tetehku pernah berkata, jika kau tak mau jadi PNS dan itu bukan tempat yang tepat untukmu, pasti Dia tak akan membukakan jalanNya untukmu. Tapi at least bahagiakan mereka (orangtua- red), ikutlah mendaftar ikutlah ujian. Untuk membahagiakan ... insyaAllah salah satu bakti yang mungkin tak akan pernah cukup sampai kapanpun.
Sebenarnya mereka tak terlalu memaksa, hanya berharap. Setiap sesuatu yang menyangkut jalan hidup aku nantinya, selalu mereka kembalikan padaku. Tapi itu justru membuatku semakin merasa berhutang banyak. Hampir semua hal besar dalam hidupku, suaraku yang ‘menentukan’, walopun diawali argument, debat, usaha meyakinkan, dukungan fihak lain sampai sebuah perjanjian untuk meloloskannya, tapi selalu mereka ijinkan aku untuk memutuskan. Dari mulai SD, aku sudah mempunyai keinginan untuk sekolah dimana, hal yang tak pernah diminta dan diprotes oleh kaka-kakaku sebelumnya. SD dooang gitu lho, what the big different about it? But that’s me ... Ha ... Ha ... HA. Kemudian SMP, walopun mereka yang dominan ‘memaksa’ tapi keputusan untuk masuk MTs-pun aku yang ‘menentukan’. Mungkin saja jika aku ‘keukeuh’ untuk masuk SMP, mereka akan merelakan. Dan sampai sekarang aku tetap mensyukuri keputusan dan jalan Allah itu, untuk masuk ke madrasah. Karena begitu banyak yang tersisa dari sana yang bisa menjadi bekalku, kini. Kemudian, aku bisa sekolah SMA di Bandung-pun mereka mengijinkan. Walopun kutau begitu banyak kekhawatiran di benak orang-orang yang kukasihi. Tapi sebentuk kepercayaan dan kasih sayang cukup buat bekalku menghadapi kerasnya pergaulan di kota, alone. Sampai akhirnya masalah tempat kuliah-pun serta masalah-masalah lainnya yang lebih besar yang berpengaruh terhadap sisa hidupku, they give it to me to decide. They have an expectation, of course. Tapi selalu dan selalu akhirnya bermuara padaku untuk memutuskan.
Kini, mungkin saatnya untuk ‘mengalah’
SkenarioNya tak akan pernah salah,
Sementara membahagiakan mereka adalah sebuah kewajiban ...
Keduanya tak akan seperti mata uang ...
Tapi akan selalu beriringan, insyaAllah ...
Tuesday, January 17, 2006
Selamat Hari Raya Idul Adha 1426 Hijriyah
Semoga kita bisa meneladani keshalehan Ibrahim
Keta'atan Ismail dan kesabaran Ibunda Hajar
aku tau,
aku tau....
alasan untuk ngambil S2....
agar lebih banyak lagi Profesional Muslim di bidangnya..terutama muslimah...
jadi da'wahnya menjangkau di segala bidang....
amiiin....
jawaban ini hasil oleh-oleh dari taujih seorang mba yang subhanAllah...
ternyata nasihat itu ada dimana-mana...
jazakillah khiaran katsira ya mba.....
alhamdulillah satu jawaban terpenuhi..walopun masih belum pede hehehe ^_^
Sunday, January 15, 2006
IRONIC
57% penerima beras miskin atau raskin adalah petani....
isn't it IRONIC.....don't u think?
Saturday, January 14, 2006
udah lama gak nulis, sebenarnya banyak hal yang ingin dituliskan tapi setelah ada kesempatan menulis ko ya lupa?
oia tentang Jakarta-Bandung atau sekolah...
saat ini rencana kedepan saya terbagi 2 hal besar yaitu kerja atau sekolah, mana yang nyamperin duluan ya itu yang diambil. cuma ada beberapa hal yang masih menggangu fikiran dan bikin ga fokus ma tujuan. kalo merencanakan sesuatu itu kan baiknya benar-benar diniatkan, tapi rela masih separuh-separuh.
sepenuh hati..(cieeeee) rela betah banget di bandung, atmosfer-nya, orang-orangnya, semuanya lah walaupun ongkos dan biaya hidup di bandung tinggi. tapi kan di bandung lumayan udah "settle". hehe tipikal orang sunda banget ya? :D
nah, jadi karena cinta mati ma bandung, jadi kalo nyari kerja tu setengah-setengah. cari kerjaaan di bandung? susah, terus ga berkembang. jadi ya peluang paling besar ya di Jakarta. tapi ya gitu, ga niat kalo harus pindah ke jakarta. jadinya dilema, pingin sih ngerasain ritme kehidupan nyata di jakarta, dengan mobilitas tinggi dan keseriusan. kali aja militansinya jadi nambah, kaya orang-orang yang ada di Jakarta. mana shinta pernah ngomporin soal aktifitasnya dia di jakarta...(hehe afwan ya ukh jd dilibatin :">) . tapi takut juga, takut ga bisa balik ke bandung, mitosnya kalo udah ke daerah jabotabek, kerjaannya ga akan jauh-jauh dari sono. trus takut ga betah ma lingkungannya n ga cocok. trus takut stress ma macetnya walo di bandung juga macet. trus takut apalagi yah? banyak deh ! pinginnya nyobain ajah 1 bulan di jakarta trus balik lagi ke bandung. hehehe emangnya "perusahaan" punya nenek moyang lu! :p
nah bingung kan?
so give me a million reason, that Jakarta is a better place to live...
trus selain ngelamar kerja juga nunggu dilamar..weitsss......kelepasan ^_^ boong deng bukan itu yang mo diomongin, tapi ...selain kerjaan, rela juga ngelamar buat sekolah S2 di
1. Jepang...ato
2. Jerman...ato
3. Belanda...ato
kalo ga dapet tiga-tiganya balik lagi ke almamater...hehehe...dijadiin pilihan terakhir...
kenapa 3 negara itu dan ga negara yang lain, karena "gosipnya" disana udah banyak "sodara-sodara" yang kuliah or tinggal disana. jadi kalo rela aga nakal sedikt bisa minta di"takol"in ma mereka, u know takol? takol is a kind of fruit...ga deng ditakol itu sejenis dipukul. trus kabarnya di 3 negara itu sudah lumayan 'save' buat wanita ber'hijab' kaya rela, jadi kan kalo sekolah tanpa muhrim masih aga aman. bandingkan kalo ke prancis, inggris atau amrik n aussie, seremmmm kalo sendirian. oia tapi ada tambahan alasan kalo ke jepang, rela pingin bisa gambar komik hihihi ga nyambung ya? sama penasaran ma karakter orang-orang disana, mirip ma komik-komiknya ga ya? yang bodor, oon tapi seru.
cuma...ada beberapa hambatan external dan internal.
hambatan external adalah, si Aa (my big brother) tetep ga setuju kalo rela ngambil S2, alasannya bodor. " takut susah dapet suami". nah lho, emang Allah ngasi "rizki" diliat udah ngambil S2 apa blom? ngga kan? itu alasan pertama, alasan kedua, khawatir kalo rela pgi tanpa muhrim, rela ga bisa survive. jangankan keluar negri, rela kerja di jakarta ajah khawatir. alasanya " kamu mah disuruh ke pak RT aja minta anter!". hehehe itukan masalahnya males basa-basi :P . dengan 2 alasan itu, makanya dia ngusulin udah S2 nya ke mesir atau madinah ajah. kalo ke mesir ada sepupu, kalo ke madinah soalnya dia tau ga akan ada ijin sekolah ke madinah kalo ga punya muhrim. alias dia mo "maksa buat nikah" hehehe (merit againalasannya....: ( ). tapi kan beurat kalo ke-2 negara itumah, hapalannya bo! udah gitu mo ngambil S2 apa, keagamaan? dasar yang rela punya soal keagamaan minim banget, cuma pas di madrasah ajah. lagian bisa gitu dari eksak ke agama? sementara kalo sekolah umumnya, katanya bagusan di Indonesia daripada di Mesir. tu kan sama aja boong.
tapi jadi nyadar, ternyata gitu ya kalo jadi wali (wali selain bapa), bawaannya khawatir ajah, padahal Eteh ma Teh Ima- mah saudari perempuan rela ga khawatir-khawatir amat. Mamah dan Apa juga udah ngijinin. Cuma si Aa ajah yang aga-aga ga restu. tapi itumah masih bisa di lobi....insyaAllah. hehe doakan ya...biar lobinya lancar. bisa sih tetep "keukeuh" pgi (kalo udah dapet sekolahnya), tapi kalo tanpa restu kan ga enak juga. maunya direstuin n didoain....
hambatan internalnya, bukan hambatan sih, tapi keraguan. setelah S2 itu mo ngapain?
jadi rencana hidupnya cuma sampai S2, abis itu....ga terang-terang amat alias aga gelap.
i mean urgensi nyelesain S2 apa ?
perubahan apa yang bisa rela buat dengan itu?
apa bedanya rela S2 dengan rela S1?
alasan pingin sekolahnya?
ya pingin nuntut ilmu lagi, belajar lagi, jujur kangen sama masa-masa kuliah. walopun katanya kalo s2 ga serame s1.
mmh pinginnya sih ngambil yang bukan matematika lagi, tapi aga susah kalo "keluar". jadinya ngambil applied math, tepatnya MathBio. tapi kalo akhirnya s2 di indonesia atau di almamater pinginnnya berbelok ke manajemen, ekonomi syariah atau sesuatu yang lebih aplikatif.
tapi tujuannya itu lho belum mBULED.....masih penyok-penyok bahkan ada bagian yang bolong yang masih belom bisa dijawab ma kata hati rela...
trus ada juga ketakutan, takut ga bisa beradaptasi n ga bisa ngikutin pelajarannya.
rela kan ga pinter-pinter amat, ga jenius...kalo nti ga bisa ngikutin, kasian pak edy yang udah ngasi surat rekomendasi, kasian itb yang jadi almamater, ntar anak itb di black list gara-gara rela...hiks....
ya intinya itu...masih ragu..ragu...
so give me a million reason why i should take a master degree...
Monday, January 09, 2006
setelah kejadian "mengerikan" dengan tampilan blog saya ..(ups superhiperbola gene ya?) akhirnya dengan ditemani rintik hujan dan pekatnya malam, saya mulai ngotak-ngatik blog. ditambah bantuan dari blogskin dan sedikit trial and error akhirnya selesai, walaupun belum final, soalnya masih banyak yang ga sesuai dengan keinginan.
Oia gambar kupu-kupunya ini diambil dari imel seorang saudariku bernama Muji yang ga pernah keliatan online lagi. Where are you ukhty.....or u always put an invisible ststus on your YM?...
ya gitu d, akhirnya wajah baru...
kuning dan hijau....
bukan warna favorit sih, tapi pingin aja cari suasana baru....
btw kalo yasmin dan mira liat gimana ya reaksinya? mereka kan pen-Cinta hijau...
sama mira, rela sering berperang Hijau-Biru, menentukan mana sih yang lebih ok, hijau atau biru..bodor ya? hehehe...
oia ... dibawah ini list tambahan tentang "kekurangan" blog yang harus rela perbaiki dan tambahkan
1. profilenya ga bisa ditampilin, jadi foto adek lucunya ga nampak hiks....
2. ga ada judul di tiap postingan, karena ga tau gimana masukinnya hiks
3. kotak untuk tulisannya kurang besar, pinginnya digeser lagi ke arah kanan dan sidebarnya yang jadi lebih kecil tapi ga tau caranya hiks
4. pingin bikin yang jauh lebih simple, sweet dan 'kyut' dengan nuansa biru atau ungu atau pink susu, ada yang mo bikinin..;))
5. tema blognya yang belom masuk
6. trus ganti title-nya dari symplicity ke tema awal yaitu tempat bercermin, jadi kalo ditunjuk ma mouse tetap judulnya tempat bercermin
7. apalagi ya.....udah kali
mmh so kalo ada yang tau caranya PM aja, atau tulis aja di koment..otreh....
syukran wa jazakumullah khairan katsira .....
selamat melihat wajah baru......
Wednesday, January 04, 2006
aneeeeeeeeh
knapa, hari ini ketika saya posting tulisan, trus di publish trus di-view, template blog sayah jadi araraneh kieu?...
knapa jadi beda bentuknya?
padahal beberapa menit yang lalau, masih dengan template yang semula....
aneh..benar-benar aneh....
tausyiah dari umahat new commer :D
gini nih, kalo tiap hari gaul ma umahat....
banyak nasihat bagus buat dicerna, itung-itung ikutan seminar munakahat gratisan and live from the real life...
sbenarnya banyak yang pingin dibagi tausyiah-tausyiah dan nasihatnya...
tapi lupa ga sempet ketulis
jadi yang ini aja dulu ya
-----
siang itu, beliau bercerita tentang "berat"nya menjadi istri seorang 'pelayan umat'....
ketika pernah suatu hari suaminya ga pulang karena ada suatu amanah. ataupun pergi ke pelosok antah berantah dimana suaminya harus menggendong motornya, bukan suaminya yang naik motor saking susahnya jalanan , subhanallah.
"Hariwang (khawatir) sih", katanya. Tapi, itulah konsekuensi seorang istri da'i.
Jadi, kata umahat itu, "kebayang kenapa banyak istri yang menjadi penghalang bagi da'wah suaminya, krn memang tdk semudah itu utk ngelepas"
Ooo gitu ya teh....hehehe rela cuma bisa komentar gitu sambil manggut-manggut...
terus beliau melanjutkan,
"mmhh.... yang penting sih emang kesiapan kita dari sekarang (sebelum menikah-red), terutama persiapan ruhiyah utk bekal kesabaran"
"dan saya juga belom seberapa ujiannya, belom seperti istri2 mujahid yang ditinggal pergi dgn taruhan nyawa dan tanpa nafkah ato bahkan tanpa kabar berita sama sekali"
" ya ndak?"...
ups jadi kebayang umahat di palestine.....
iya ya teh.....
ah jadi merenung lagi....
jadi istri harus mandiri, finance dan keahlian, walopun kata teteh yang satu ini, kalo urusan kerjaan naik genting karena bocor dan kawan-kawan mah minta tolong tetangga ajah...hehehe...
udah ah, mo shalat maghrib dulu,
nti kalo ada tausyiah lain, rela tuliskan lagi disini....
c..u...
cara mencintai
pren (4:14:25 PM): rela... masih ngantuk juga ?
me (4:15:28 PM): ya lumayan...
me (4:15:31 PM): /:)
pren (4:15:49 PM): mmhh.... cerita aja atuh ma saya
pren (4:15:58 PM): cerita .... apa yah
pren(4:16:18 PM): cerita apa yang bikin rela deket sama ibu ? :->
pren (4:16:23 PM): sama mamanya maksudnya
me (4:16:55 PM): apa ya....
me (4:17:00 PM): karena rela bungsu...
me (4:17:04 PM): karena rela manja... --> (manja sama mamah maksudnya)
me (4:17:18 PM): karena sampe saat ini rela masih suka bobo dipangkuan mamah..
pren (4:17:29 PM): ;))
me (4:17:33 PM): karena kalo mamah cerita, rela dengan senang hati mendengarkan...
me (4:17:49 PM): karena kalo ada apa-apa rela suka cerita ma mamah..
pren(4:17:55 PM): :)
me (4:24:17 PM):any question..?
pren(4:24:30 PM): mmhh.... :-?
pren(4:24:35 PM): apa yah
pren(4:25:06 PM): menurut rela gimana kalo ada anak yang ngga deket ama ibunya ?
gimana ya ukh...agak jarang juga , tapi bukan berarti tidak ada atau aneh...
waktu rela baca, chicken soup for the soul, ada yang bilang bahwa hubungan antara 2 individu itu adalah hubungan aksi dan reaksi,
jadi sedikit banyak kita akan bereaksi atau bersikap sesuai dengan lawan kita...
contohnya, kalo ma orang yang kalem banget, kan gak mungkin kita super heboh...
nti gak nyambung...
begitu pula hubungan kita sama ibu, gimana ibu mendidik atau bersikap kepada kita...
sehingga ada efek tersendiri buat anak-anaknya....
ada yang jadi deket banget kaya temenan ataupun bahkan kaku seperti model kerajaan
atau sebaliknya gimana sifat anaknya...
tanpa sadar perlakuan ibu akan sesuai dengan sifat anaknya...
kan ada anak yang manja, mandiri, sensitif dan yang lainnya...
kembali lagi, ini adalah hubungan interaksi dua individu yang berbeda....
di keluargaku juga gitu...
ada tetehku yang juga ga terlalu deket sama mamah, ya deket sih tapi ga bangeeeeeeeeet...
ga kaya rela..:p
tapi itu bukan berarti tak saling mencinta hanya saja caranya beda...
bisa juga ketidak dekatan ini karena pola pikir yang beda, sehingga kalo ketemu jadi agak-agak gak cocok trus akhirnya biar tak menimbulkan hal yang lebih mudharat jadi agak menjaga jarak...
tapi itu bukan berarti tak saling mencinta, hanya cara saja yang beda...
atau karena sudah dekat dengan ayah, jadi sama ibu relatif gak dekat....
hehehe...sama ajah ,
bukan berarti tak saling mencinta hanya saja caranya yang beda....
kultur di setiap keluarga pasti berbeda,
ada yang dekat sama ibunya saja, sama ayahnya saja, dekat sama kedua-duanya ataupun tidak dekat sama sekali karena rasa segan...
tapi itu bukan berarti tak saling mencinta hanya saja caranya yang beda...
kita juga ga bisa menilai bahwa yang keadaan keluarga satu lebih baik dari yang lain...
karena keadaanya beda...
budayanya juga beda...
aturannya juga laiiiiiiiiiiiiiiiin pastinya
yang terpenting tak ada fihak yang terdzhalimi dan teraniaya ataupun ada hak-hak serta kewajiban yang tak tertunai...
serta yakinlah bahwa cinta itu selalu ada, tapi caranya saja yang beda.....
otreh....
untuk seseorang yang sangat special...
yakinlah bahwa mamahnya merasakan cinta yang kau rasakan
serta doa-doa malam yang kau tunaikan pasti akan sampai di lubuk hatinya yang terdalam...
buktinya, rela sangat merasakan cinta yang ukhty berikan setiap saat
selalu ada cinta walaupun dengan cara yang berbeda
Sunday, December 25, 2005
Tsunami Aftermath
untari, ilham adalah 2 dari ribuan anak "korban tsunami"
mereka tampak begitu tegar, padahal orang-orang terdekatnya tlah tiada, ditelan gelombang tsunami...
tapi mungkin,
luka itu terlalu dalam,
sehingga sangat sulit untuk menangis,
tampak seperti batu karang yang tegar, tapi rapuh didalamnya
atau mungkin keadaan yang membuat mereka begitu dewasa, dan lebih berfikir untuk melanjutkan hidup, daripada menangis tersedu sedan tanpa solusi apapun.
dan kita disini dengan masalah yang tak begitu besar, langsung terpaku seakan tak mau melanjutkan hidup...
aaah manusia tak pernah mau melihat kebawah, serasa dirinyalah yang paling menderita sedunia
Saturday, December 24, 2005
^_^...dosen cantik..
dosen cantik?
hampir semua mahasiswa matematika setuju kalo si ibu cantik. yang ga setuju patut di cek keakurasian matanya...hehehe..
jd walopun beliau mengajar salah satu mata kuliah mengerikan dan banyak yang 'terjebk' didalamnya tapi kayaknya mahasiswanya tetep anteng mantengin ibu yang selain cantik juga baiiiik banget....
kayaknya ibu ga pernah marah da..:D
walopun sbenarnya ga ngerti-ngerti amat sama mata kuliah ini, tapi saya baik-baik saja mengikutinya...hehe..mungkin karena aura ibu yang baik hati ya..(ayoo rela luruskan niattt!!!!)
sekarang......si ibu makin cantiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiik.......
serius lho!
beberapa bulan yang lalu, didit cerita kalo ibu udah pake kerudung....
huahhh terhura.....
pingin ketemu ibuuuuuu.....
walopun tempat nangkringku sehari-hari satu gedung ma ibu, tapi kesempatan langka buatku ketemu si Ibu Cantik. Kenapa ya?
akhirnya....beberapa minggu yang lalu, sepulang makan sop buntut di kantin borju..yummmiiii...
aku bertemu wajah yang familiar....
tapi berbeda...
dia berbalut kerudung putih yang menutup dadanya dengan sempurna...
baju kotak-kotak biru muda-putih panjang-pun nampak pantas dikenakan olehnya...
sederhana ...
serasi dengan kebersihan wajahnya yang tanpa balutan make-up warna-warni...
cantik berseri...
ternyata mata kami-pun bertemu pandang,
alhamdulillah nampaknya ibu masih mengenali wajahku...
tak ingat nama? tak apa, aku hanyalah salah-satu mahasiswinya yang biasa saja, tak ada prestasi...
subhanallah ternyata ibu mau menyapaku dan kamipun bersalaman, hangat rasanya...
serasa sebuah ukhuwah tanpa batas, bukan sebagai seorang mahasiswi dan dosennya...
" ko masih disini, lagi berkunjung ya?", Ibu Cantik bertanya...
" Ngga ko bu, rela kerja disini di p4m (P2MS) di Oppinet, di penelitian yang sama pak Edy, Jarang ketemu ya bu? sama rela juga jarang melihat ibu"
" Oo, iya ya?"
akhirnya kamipun berpisah, soalnya ibu mau ngajar dan aku, harus kerja lagi duonggggg....
sampai depan kompi, aku langsung cerita ma teman-teman....
subhanallah ibu cantik berkerudung..^_^
temanku yang cowo' berujar...
"kasian ya mahasiswa sekarang"
nah lho...."kenapa?", ujarku
mereka ga bisa liat lagi kecantikan ibu kaya dulu...
oo gitu ya fikirku...
bukannya justru makin cantik dengan balutan kerudung, cantik luar dan insyaAllah cantik dalam...
komen lain....
" wuah mahasiswa bakalan tambah nge-fans sama ibu, udah cantik berkerudung lagi"...
oo gitu ya....
bukannya kerudung itu juga untuk hijab agar mahasiswanya bisa menjaga jarak dan respect ma ibu, jadi tidak ada yang nge-fans berlebihan....
subhanallah, ternyata tidak segampang itu punya wajah cantik...
sama "susah"nya dengan yang punya wajah standar...
kalo mo dijadiin masalah, bentuk wajah apapun pasti "bermasalah"
wajah cantik tidak menjamin kebahagiaan, begitupun wajah standar tidak menjamin bahwa dia bakal menderita...
tergantung masing-masing pribadinya dalam menjaga "amanah' yang sudah Allah berikan...
sebenarnya kan setiap makhluk itu sempurna dengan segala definisinya...
mmh...jadi teringat, sudahkah aku bersyukur dengan wajah yang telah Allah berikan, sementara dalam beberapa kesempatan aku sering berujar....
" aduuuuu mukaku ko....."
astagfirullah'al adzim.....
Saturday, December 17, 2005
Humaira
lucu ya gambarnya...
gambar yang dipasang di profil..^_^
aku udah masang foto ini di YM untuk waktu yang lama...
pertama kali lihat langsung sukaaaaaa...
pipinya itu lho...merah buanget...
dan ade kecilnya lucu pisan...
dengan wajah yang khusyu berdoa meminta pada Allah
sueeeeeerrrrrrr..eeee swearrrrrrrr
ga mirip sama rela yang asli....
tapi aku ga peduli,
aku sukaaaaaaaaaaa sekali ma gambarnya...
pinginnnya sih ditulis alamat website yang ngeluarinnya, tapi lupa...
ups..maaaph yah buat yang punya gambar...
bukan mo menjiplak...
atau mo mengakui karya orang...
saya suka gambar anda, dan saya akui bahwa itu bukan gambar saya tapi gambar buatan anda ...siapapun anda..^_^
kalo misal ada yang pernah liat gambar ini dimana dan tau alamat websitenya, kasi tau rela ya!
dengan senang hati akan kutempelkan alamatnya...
...segitu ajah....
mmh...
Friday, December 16, 2005
fruity fragrance

entah benar atau tidak kesimpulan tes kepribadian itu,
tapi satu kalimat yang membuatku tertegun lama dan berfikir....
sudah cukup baikah aku perlakukan semua sahabat dan temanku...
adakah hak yang tak tertunai...
banyakah ucap yang tlah tenoda...
serta hati-hati yang menangis atas apa yang kuperbuat...
untuk smua teman, sahabat dan yang pernah mengenal diriku...
Aku meminta maaf atas segala ucap, perbuatan ataupun gerakan yang telah membuat hati kalian terluka...
Tuntutlah aku sekarang jika luka itu terlalu dalam dan sulit kau lupakan
Walaupun berat, akan aku coba perbaiki...
Atau kumohon ikhlaskan dan maafkan jika kau berkenan,
Aku akan sangat berterimakasih dan berdoa semoga Allah membalas kemurahan hati kalian dengan sesuatu yang lebih baik dari dunia dan seisinya...
Karena akan lebih mudah bagiku mempertangung jawabkannya disini dibanding aku harus pertangung jawabkan smuanya di hadapan Rabbku nanti, di akhir cerita...
---------Style----------
jilbabku tak lebar...
bajuku tak panjang...
gamiskupun tak banyak....
tapi alhamdulillah auratku tertutup sesuai syari'at insyaAllah...
----------
semoga tak ada yang melihat pemahaman dari sebuah penampilan...
---------
aku respect...
dengan da'i yang tak hanya mengoleksi baju koko....
ataupun berbalut celana kain saja...
asalkan auratnya tertutup dengan rapi, mode apapun yang mereka kenakan pantas saja rasanya...
asalkan pemahaman dan kelakuan tetap mereka jaga...
--------
kufikir dengan penampilan mereka yang aga 'cair' bisa menjangkau obyek da'wah yang lebih banyak....
gaya gaul, ilmu da'i....
atau tampang preman hati bunda....
--------
kalo da'iyah kan ga bisa seluwes itu..karena tetap saja mau segaul apapun...aurat muslimah harus tertutup dengan sempurna...
jadi pas masuk ke suatu daerah..selalu akan tertangkap sebuah image yang bisa bikin mereka segan...mendekat ...atau menjauh...
--------
kalo da'i kan bisa liat situasi....
masuk sarang burung berkostum burung....
masuk sarang buaya berkostum buaya...tapi tetep hatinya lembut dan berhikmah...
i mean..kalo ikhwan bisa situasional gitu lho....
tapi tetep ilmu dan pemahamannya nempel
-------
wallahu'alam bi shawab...
setiap orang punya style yang berbeda....
setiap perbuatan adalah pancaran dari pemahaman
selama dalam batasan syar'i gaya apapun ok!
negeri yang menangis...
tanah itu..kalau ga salah..penghasil emas berkualitas bagus...
tapi kenapa tak mampu membuat jalan...
hingga kini saat dibutuhkan, susah untuk dijangkau...
jadi kemana uang hasil penjualan emas itu...
hingga kini 50 orang lebih sudah tak bernyawa...
karena rasa lapar dalam dada yang sudah tak tertahan...
disebuah tanah lain,
emas hitam mengalir begitu banyak,
tapi rakyatnya memakan nasi basi yang dikeringkan,
lalu kemana hasil dari si emas hitam?
lenyap, menguap tak berbekas?
tak mungkin rasanya...
satu lagih tak jauh dari tanah emas itu, masih di negri yang sama...
ribuan pekerja akan dirumahkan...
oo tidak, di PHK tepatnya...
karena 'pabrik' yang tak kuasa menangung biaya produksi...
akibat BBM yang melambung tinggi...
tuh kan BBM membuat masalah baru di dirimu, negri menangis
belum lagi ribuan nelayan yang kebingungan...
tak ada uang tuk makan si kapal...
hingga dia mogok dan tak mau mengantar nelayan berlayar...
abis 'makanan' si kapal mahal...
tuh kan BBM lagih...
sementara sebuah sekolah tinggi diprotes masanya,
demo dari teman kerabat...
karena suadaranya terancam lewat
akibat biaya yang terlalu berat...
ah negri menangis...
jika sekolah 'punya'mu saja kau buat mahal, dengan kompensasi bisa mengatur diri sendiri...
lalu kemana rakyat kecil akan belajar...
bukankah pendidikan adalah investasi jangka panjangmu...
tak apalah sekolah tinggi itu kau subsisdi barang sejenak lagih...
agar si miskin bisa menikmatinya...
toh akan balik lagi dana yang kau keluarkan...
sekali lagi ku bilang....
pendidikan itu investasi jangka panjang...
tak kan hilang uang kemana...
tapi aku heran negri menangis...
masih saja kau utamakan smuanya buat si perut buncit...
tak adalah lagi pedulimu pada si kurus kering...
kalaupunlah ada...
tak cukup banyak rasanya...
ah negri menangis maapkan aku yang terlalu banyak berucap...
aku sayang padamu...
aku tak ingin Tuhan bertanya...
dan kau tak mampu menjawab...
karena ingatlah hai negri menangis...
setiap nyawa didalam negrimu, akan dimintai pertanggung jawabannya...
sejauh mana kau berbuat untuk mereka...
..................
perputaran akan selalu ada...
angin besar pun kan menerpa...
meniup daun yang mulai tua...
menggoyah dahan yang mulai tumbang...
menserabut akar yang memang tak mau lagi tertanam...
hanya pinta padaMu ya Rabb
agar Kau tetap berikan aku keIstiqamahan...
agar tak terlepas dari 'Jalan' ini...
sebesar apapun badai itu datang, nanti...
amiin....
guru
semalam nonton special dialog di metro tv..mmh betul ga ya itu nama acaranya,intinya sih semalam saya nonton dialog yang ngebahas soal kesejahteraan guru, yang insyaAllah katanya kan lebih membaik di taun kedepan...syukurlah, setidaknya ada penghargaan lebih buat para guru itu di sisi kesejahteraan...
be a teacher...
i wanna be a teacher since i have an opportunity to teach in a special school...
i'am falling in love with them...
the way they teach...
the way they treat the student...
and the opportunity they give to me, to know them better...
teach with love teach with heart...
all of it change my oppinion about becoming a teacher as a profession, as a way for me to spend my live with it...
tapi ternyata kesempatan itu blom berfihak pada saya...
karena sesuatu dan lain hal, saya blom bisa kembali mengajar ke sekolah itu...
walaupun sblumnya tawaran dari mereka datang...
tapi sampai tiba batasku menunggu, mereka blum membutuhkan guru lain disana...
hingga Allah menakdirkan jalan lain untuk rizkiku...
aku berada disini...
tak kusesali, tapi mmh sedikit banyak membuatku berubah...
disini, walaupun tak banyak, aku mulai mengenal 'uang'...
aku mulai mengenal 'standar' fresh graduate...
mulai menimbang pekerjaan dari sisi materi...
padahal dulu dengan semangat, aku ingin mengajar di sekolah impian itu, walaupun dengan gaji tak seberapa...
astagfirullah...
kini, ketika aku mempunyai kesempatan untuk menjadi guru, aku menimbang-nimbang kembali dan tidak langsung berkata iya...
memang bukan hanya sisi materi saja yang aku pertimbangkan, tapi lebih dari itu.
sisi penghargaan dari sekolah baru itu yang kurasakan tak kudapat...
sehingga akhirnya kutolak...
keluargaku juga ikut 'mendesaku' menjadi guru dan memintaku tidak menolak tawaran dari sekolah baru itu, apalagi dengan secercah harapan perbaikan kesejahteraan yang nanti kan didapat...
tapi...ada lagi sebuah tapi dari seorang rela...
sekali lagi, aku tak menolak menjadi guru, aku mau...
tapi untuk mengajar disana, aku harus ikut Akta 4
dan aku...
aku menolak untuk ikut Akreditasi Akta 4 ...
aku merasa terlalu lelah dengan segala formalitas, legalitas atau apapun itu untuk menjadi guru..
walaupun belum tentu aku menjadi guru yang baik, tapi kalaupun aku tak berbakat menjadi guru, menurutku hal itu tak bisa diubah dengan sebuah Akta 4...
bagiku menjadi guru adalah pekerjaan hati, melakukannya dengan cinta yang dalam...
menyampaikannnya dengan penuh pengertian...
memberikan kepercayaan yang dalam pada setiap jiwa bahwa mereka bisa dan mampu,
serta nilai bukanlah sebuah aturan baku yang bisa melihat siapa diri mereka sebenarnya...
aku mencari sebuah sekolah yang mencari seorang guru bukan seseorang berijasah guru...
mmh aku terlalu angkuh yah...?
tapi aku hanya ingin mendobrak sebuah sistem yang terlalu banyak formalitas
aku melihat begitu banyak hal di negeri ini yang tak esensial...
terlalu banyak birokrasi, aturan dan segalanya yang belum tentu pas kesasarannya...
aku ingin berkata,
"Bukan itu intinya"...
kini...
aku berdiri antara keinginan dan sebuah 'keangkuhan'...
ah tapi kufikir aku masih bisa menyimpan cita itu dalam diri...
mungkin ini saatnya buatku tuk belajar banyak serta mengumpulkan berjuta 'strategi' untuk citaku kelak..
kusimpan citaku untuk sesaat,
karena kini aku tidak hanya mendambakan guru sebagai gerbang rizkiku...
kupikir, jika sekolah idamanku atau yang sepertinya tak kudapat...
tak apalah aku bekerja kantoran, mengerjakan rutinitas yang kadang membuatku bosan setiap hari...
mungkin disinilah maslahatnya...
teringat seseorang pernah berkata...'Ni'matilah setiap pekerjaan yang kaujalani'...
Ya kucoba ni'mati dan kusyukuri, yakin Allah punya skenario terbaik untukku...
Mungkin disini jalan bagiku untuk mengumpulkan 'kekuatan', sehingga aku bisa membangun sekolah impianku, kelak...
sekolah yang penuh dengan cinta...
mengajari dengan hati dan perasaaan...
berkumpul guru-guru terbaik disana...
bukan hanya guru yang mempunyai nilai terbaik di masa kuliahnya...
tapi guru yang mendidik dengan cinta...
mencintai setiap siswa seperti cintanya pada diri sendiri...
mendidik dengan penuh kepercayaan...
komitmen terhadap amanah yang dibebankan di pundaknya...
tidak hanya mencari 'kredit' untuk kenaikan pangkat...
tapi berexplorasi lebih banyak untuk sebuah perbaikan
serta tidak terlalu baku hanya dengan jawaban A dan B...
tapi meyakini bahwa setiap siswa punya potensi dan tak bisa hanya dilihat dari nilai yang kemudian disusun menjadi sebuah rengking...
ah..kapan itu...aku gak tau...
saat ini, kusimpan dalam-dalam dulu impianku...
untuk sesaat...
ya untuk sesaat ...
semoga...
-----------------------------------------------------------------------
Tuesday, December 13, 2005
Kramer VS Kramer
aku menonton film itu (lagi), setelah seblumnya ga sadar kalo aku nonton film yang sama ...
cerita tentang seorang ibu yang meninggalkan suami dan anaknya...
dengan suatu 'alasan'....
******************************
jikalau alasan itu, seperti yang dibilang suaminya pada anaknya....
" ibumu tidak bahagia bersama ayah"...
yah mungkin saja, tapi kenapa anaknya ditinggalkan...
tak tega rasanya,
aku dan ibuku menangis melihatnya....
ah aku belum-lah lagi menjadi seorang ibu, tak adil untuk melihatnya hanya dari satu sisi...
ketak-bahagiaan seorang istri dengan segala definisinya...
mamahku juga pernah berkata....
seorang istri harus 'sabar' dengan segala definisinya...
karena 'hanya' dengan ketangguhan seorang istri dalam menjaga biduknya, maka pernikahan insyaAllah akan 'bertahan' ....
ah aku belum-lah menjadi seorang istri, tak pantas untuk meng-iyakan nasihat mamahku...
tapi,
pernah kulihat di salah satu episode 'Oprah Winfrey Show' tentang begitu banyaknya penganiayaan psikis dari seorang suami ke istri...
mereka tak pernah memukul istrinya, mereka 'hanya' berkata kasar...
tapi ternyata 'luka' tak berbekas itu tertinggal dalam...
tapi para suami itu merasa semuanya baik-baik saja...
dan tidakmenyadari bahwa mereka telah menganiaya, membuat istrinya tak bahagia...
ah aku belum-lah menjadi seorang istri, tak pantas men-judge para suami seperti itu...
toh ada kisah nyata,
seorang rasulullah yang memperlakukan istrinya begitu santun...
bahkan tak berani membangunkan aisyah kala malam tlah larut dan dirinya baru sampai ke rumah...
ada juga kisah seorang Utsman bin Affan yang tlah berumur, tapi mampu mengikat gadis muda bernama Nayla...
bukan karena harta, bukan karena jabatan...
tapi cinta yang tulus serta perlakuan adil menempatkan setiap pribadi sesuai hak dan kewajibannya....
bukankah istri itu ladang tempat bercocok tanam...
agar hasilnya baik, tentulah harus dirawat dengan cinta dan kasih sayang,
bukan dengan exploitasi dan penganiayaan besar-besaran...
tentulah tanah itu akan mengering dan tak bisa menumbuhkan sebatang pohon-pun
maka itu, rawatlah baik-baik 'ladang'mu
ah aku belum-lah menjadi seorang istri, hanya bisa berdo'a agar bisa merasakan menjadi istri, seperti istri rasulullah dan sahabat
******************************
jikalau alasan itu adalah karena eksistensi pribadi...
merasa tak berada di dunia ketika hanya menjadi seorang istri, pendukung suami...
bukankah raut kebahagiaan anak dan suami lebih dari segalanya
menjadi tiang penyangga kehidupan...
menjadi penyokong dibalik kesuksesan suami dan anak...
mendapatkan peluang jihad dengan melahirkan...
mendapatkan posisi spesial dengan syurga berada dibawah telapak kakinya
ah aku belum-lah menjadi seorang istri, bahkan saat ini aku masih berfikir apa yang membuatku bahagia bukan apa yang membuat orang lain bahagia...
mungkin itulah yang mereka cari, 'eksistensi' perempuan...
menunjukan apa yang dibisa, bekerja mencari jabatan hingga ambisi terpuaskan...
bukankah seharusnya kalimatnya diganti,
bukan sebuah 'eksistensi' wahai perempuan....
tapi 'pemberdayaan diri yang terbaik bagi umat' ...
bukan 'pelarangan' bagi muslimah untuk beraktifitas, tapi sejauh mana aktifitas itu bisa membawa perbaikan bagi umat, termasuk keluarganya...
karena dia akan dimintai pertanggung-jawaban...
apa yang telah dilakukannya untuk keluarganya...
tanggung jawab yang berat bukan?
ah aku belum-lah menjadi seorang istri, akupun masih bekerja, belum merasakan bagaimana 'membosankan' nya rutinitas seorang ibu...tak adil rasanya berkata banyak seperti ini
yah ini hanya oleh-oleh dari menonton bersama dengan mamah dan apa .....
semoga renungan ini bermanfaat....
tapi janganlah terlalu diambil hati,
toh yang menulisnya belumlah menjadi seorang ibu ataupun istri...
jadi blum bisa terbukti...hanya renungan ^_^
semoga bermanfaat.....
...^_^...
ternyata aku sudah cukup 'tua'....
masaku berganti...
apa yang kutanyakan dulu, mulai ditanyakan 'adiku'...
subhanallah...
tetap istiqamah ya dek'...
selama kau niatkan di jalan Allah, insyaAllah tak kan sia-sia...
ya..ya..ya..aku semakin tua..^_^
Friday, December 09, 2005
H2C
sejak seminggu yang lalu, saya gi H2C nee
harap-harap cemas...
menunggu 'kabar'
akhir minggu kemaren saya masukin lamaran ke Perusahaan 'X'....
entah mengapa dari dulu, saya 'terobsesi' sekali dengan perusahaan X
ga tau knapa?
mungkin karena salary-nya?
tapi kan saya ga pernah tau salary-nya berapa....
atau karena sepupuku kerja disana..
tapi diapun ga pernah mempromosikan kerjaannya...
entahlah knapa...ko berambisi banget masuk sana...
beberapa kali carier days saya lewati...
taun pertama, keabisan Formulir Perusahaan 'X'...
garing buanget ya?
taun kedua...
ga ada posisi yang saya inginkan di Perusahaan 'X'...
taun ketiga...
alhamdulillah dapet formulir, tapi ga dipanggil test...
miris amat ya...
tapi ada acara selain carier days, dimana Perusahaan 'X' buka lowongan,
tapi bagian IT...
saat itu, saya ga mau banget jadi bagian IT soalnya serasa ga 'temenan' ma kompi dan software...
tapi, ternyata lama-lama suka juga...
analoginya kaya mata kuliah aljabar...
ga bisa banget, tapi sekalinya bisa mecahin soal, kaya mecahin jerawat menahun di muka...
gitu juga feeling saya ma kerjaan bikin software
sering error, sering salah ga tau sebabnya,
tapi sekalinya jalan dan itungannya bener....
huahhhh bersyukur pisan ...
makanya, saat temanku yang udah kerja di Perusahaan 'X' itu bilang ada lowongan, saya langsung ikhtiar masukin application letter dan sohib-sohibnya...
tapi kenapa ya sampai saat ini blom dipanggil...
memang kadang-kadang kita terlalu menginginkan sesuatu teramat sangat...
padahal mungkin ada skenario 4JJ1 yang jauh lebih baik untuk kita lewati...
tapi knapa hati ini belum ikhlas dan tidak bisa untuk tidak lagi berHarap-harap cemas akan lamaranku yang masih dicuekin ma Perusahaan 'X'
....
saat satu persatu teman-temanku pergi dari ruangan ini,
kapan saatnya aku juga pergi?
Bungsu
sampai beberapa saat yang lalu, saya ga pernah 'merasa' beruntung menjadi anak bungsu...
tulisan ini bukan sebuah pernyataan bahwa anak bungsu lebih beruntung dibanding yang lain,
hanya cerita, bahwa sering kali kita merasa...
Rumput Tetangga Lebih Hijau dibanding rumput di rumah Orang Tua kita...
(hehe..ma'lum blom punya rumah sendiri...masih nebeng ma Ortu)
dari sejak saya ingat, saya selalu pingin punya adek kecil...
makanya sampai umurku 8 tahun masih berharap-harap Mamah sama Apa mau 'ngasih' ade kecil buatku..
saya merasa ga terlalu 'nyaman' dengan posisi bungsu ini...
pertama...
ga punya ade kecil buat diajak main...
kedua...
sampai setua apapun, saya selalu jadi yang terkecil di rumah...
ketiga...
ditinggal sendirian,
karena kakaku mulai bepergian untuk menuntut ilmu di kota orang...(bukan di negri orang :D )
makanya saya ditinggal, maksudnya tinggal bertiga ma Mamah dan Apa
ke-empat...
..ga pede tuk ngasi pendapat, karena saya paling kecil masa harus 'nasihatin' yang lebih gede...
selain itu kadang-kadang kalo saya ngomong ga didengerin..namanya juga nak terkecil....uuuh kan bete...
...
....
.....
tapi ternyata....jadi anak bungsu itu........
.......................................................................
mmh lanjutannya tunggu tulisanku selanjutnya ya....^_^
9 desember 05
mau latex ajaa!!!!!!!!
teriaku kmaren di windows YM saudariku,
sampai terbingung-bingung dia...
iya, saya harus ngasi footer, header dan kawan-kawannya ke Laporan Pekerjaan yang sedang kami -saya dan timku- kerjakan...
bisa dibilang saya 'ga kenal' word...
jarang bikin laporan,
biasanya sudah ada yang ngasi format header footer dkk untuk setiap laporan rutin di tempat kerjaku,
tapi berhubung ini kerjaan khusus, jadi ya ga bisa minta diformatin orang :D
bahkan untuk Tugas Akhir pun, saya ga pake word, tapi pake Latex...
sebenarnya Latex juga susah karena untuk memformatnya harus bikin semacam 'Main Program'
tapi kan tinggal 'nyontek' Main-nya trus kita tinggal input isinya
tapi semuanya membawa hikmah, ternyata...
asal sabar, tentunya...
walaupun uring-uringan... a litlle bit bete dan kawan-kawan
tapi kan akhirnya,
saya bisa tau caranya gimana...
kalo ga 'dipaksa', kalo ga dimulai, kapan bisanya,
iya ga?
makanya, betul kata pepatah, alah bisa karena biasa...
so don't be afraid to try a new thing in ure life
okeh....!
terus hari ini, akhirnya bisa blogwalking lagi...
sambil nungguin laporan yang gi di print...
trus..jadinya..jadinya pingin nulis lagi...
sejuta ide yang terlintas di otaku selama sebulan ini harus dikeluarkan...
seribu cerita yang terajut selama sebulan ini harus aku uraikan...
makanya mumpung laporannya gi di-edit ma pimpro,
saya nulissss duluuuuuuuu......
horeeeeee....
apaan sih....:P
ctt: ini ni kalo kangen ga diobatin..:D
Tuesday, November 29, 2005
ada yang nanya..ko ga posting-posting lagi..
alasannya adalah sibuk...
awal ramadhan, saya pergi ke riau.
abis itu 'dipaksa' nyelesain software...
kalo ngga, terancam mudik dengan bawa kerjaan segudang...
mana ada liburan lebaran bawa-bawa kerjaan.... :(
akhirnya dengan semangat 45' + 1 ..biar lebih heroik..:p
saya selesaikan kerjaannya...
alhamdulilllah....
abis itu libur lebaran...
pas masuk lagi...udah H-2 minggu buat biannual meeting...
jadinya ya gitu...
lembur tiap malam...
terisolir buangeeeettt...
baru berani ol setelah magrib pas yang lain udah jarang yang ol...
btw buat apa ol ya kalo ga ada yang bisa diajak ngobrol?
hehe..mungkin itu hanya sekedar memenuhi kebiasaan untuk ol...
apalagi buat isi blog....
ga sempaaaaaaaaaattttttt...
ide mah ada...
tapi boro-boro nulis...
kerjaan yang ada aja udah bikin panik...
setiap bangun pagi serasa tinggal tulang belulang ajah...(hihihi inimah hiperbola yah..;;) )
yah begitulah ceritanya knapa ga pernah isi blog lagi..
mmh tentunya itu adalah alasan lain selain karena otakku yang masih buntu...
udah yah...
Monday, November 28, 2005
Feel weird …
Feel weird …
Lama ga nulis…
Pingin jalan-jalan..cari buku ke gramed..
Tapi ga punya uang..hiks…
Ee salah..alahamdulillah uang mah ada ..tapi bukan buat beli buku…hiks…
Aneeeh bangeeed…
Perasaan aneh…
Mungkin setelah 2 minggu ini ritme kerja yang subhanallah menguras begitu banyak tenaga, sekarang jadi bingung….Ngapain ya…..
Sunday, October 02, 2005
intinya sedih....
mendung sekali hari ini....
tapi...mmh tak semendung bangsaku...
kemarin rakyat kmbali tercekik, harga bbm melonjak tinggi...
sementara saudaraku di bali,
banyak yang terluka karena bom yang entah siapa yang 'melemparnya'...
ah bangsaku...
betapa mudahnya kau 'dipermainkan'...
padahal ibu negara telah bilang kalo anak bangsa cerdas-cerdas
tapi kenapa sangat mudah terombang-ambing oleh 'hanya' satu gerakan tangan...
semoga di ramadhan taun ini bisa membuat bangsaku makin kuat...
menggembleng setiap jiwa untuk bisa jujur, adil dan berpikir cerdas...
bukan hanya untuk kemaslahatan dirinya tapi untuk kemaslahatan umat...
sehingga segala kedukaan bisa menjauh dari sini...
semoga shaum taun ini,
para pemimpin bisa benar-benar merasakan lapar...
sehingga ketika mereka mo naikin bbm lagi atau berbuat semena-mena lagi, mereka tau rasanya lapar berjuta masyarakat miskin yang ga bisa makan...
semoga qiyamul lail yang tertunai di malam-malam ramadan taun ini,
bisa memberikan bangsaku kepribadian..
sehingga tak ada satupun 'tangan' yang berani mengobrak-abrik keutuhan bangsaku...
tak lagi 'temanku' dijadikan boneka mainan didalang-kan tangan-tangan tak bermoral...
ahh....air mata ini tak terbendung lagi....
diantara segukan tangis kesedihan...
bercampur kebahagiaan mennyambut tamu teristimewa Ya Ramadhan...
tak salah bila kata ini terucap...
...maaf lahir batin atas semua khilaf....
...semoga ramadhan kali ini bisa menggembleng kita menjadi hamba dan pribadi yang lebih baik dihadapan Allah...
Saturday, September 17, 2005
menunggu malam
menunggu malam, karena ga boleh pulang...
ii syerem...
ga deng ga segitunya...
maunya sih ke mesjid agung, tapi....ga ada teman dan 'malu' karena ga bisa mabit...
should go home gitu lho....
jadinya ya disini...bantuin ngeprint LeakSim...
apaaan tuh?...
ada d!....
:D
yah semoga bermanfaat
Friday, September 09, 2005
bingung
love bandung sooooooo much...
tapi kadang-kadang kita harus meninggalkan sesuatu yang kita cintai untuk mendapatkan sesuatu yang insyaAllah (mungkin) lebih baik
doakan saja ya.......
Friday, July 08, 2005
judulnya apa ya? (ma'lum Loadingnya lagi lama )
teman (1:11:58 PM):
teman (1:17:53 PM): assalamualaikum wr wb
me(1:21:05 PM): wa'alaykumusalam warahmatullahi wabarakatu
teman (1:21:55 PM): rela, alumni matematika ITB ya?
me (1:25:11 PM): iyah
teman (1:26:48 PM): kalo limit bilangan konstan dibagi n, dimana n tak terhingga, berapa ya hasilnya?
me (1:32:41 PM): ga tau..
me(1:32:44 PM): lupa..
me(1:32:49 PM): udah males mikir..
me (1:32:54 PM): dilupakan..
teman(1:33:37 PM): wah ...... rela kok bisa lulus ITB ya?
me (1:34:41 PM): ya ga tau juga nih, ko bisa lulus itb...
me (1:35:01 PM): kayaknya kesalahan di sananya kali ya..ga tau..komputernya lagi error kali
teman (1:35:58 PM): nilai matematika di NEM dulu brp?
me (1:36:51 PM): ga tau, lupa...
teman (1:38:22 PM): yak ampun........... bilangan konstan dibagi bilangan tak terhingga ya hasilnya nol atuh neng
me (1:39:23 PM): ga tau..
me(1:39:26 PM): ga dipikir...
me (1:39:31 PM): dibaca aja ngga..
me (1:39:37 PM): maaph lagi males mikir...
me (1:39:39 PM):
me (1:39:45 PM): memikirkan hal lain...
teman (1:40:04 PM): mendekati nol
teman (1:40:51 PM): kesimpulan: hidup di dunia ini hampir tidak artinya, dibandingkan kehidupan di akhirat
me (1:41:50 PM): subhanallah...
me (1:41:57 PM): terimakasih atas tausyiahnya...
me(1:45:34 PM): jazakumullah khairan katsira...
me (1:45:47 PM): mengingatkan diantara selaan kerjaan yang menumpuk...
teman (1:47:44 PM): waiyyaki............... (betul gak ya jawabannya?)
me (1:49:45 PM): iya InsyaAllah betul...
.........................................................
dua hari kemudian ketika hati saya sudah tenang, saya penasaran sama obrolan ini, trus buka message archieve-nya lagi...
trusss.....
langsung ketawa ngakak.. ups ga boleh yah? akhwat ga boleh ketawa ngakak...
tapi..beneran lho..'stupid' amat ya...pertanyaan gitu ajah ga tau, malah saya diketawain ma teman-teman sekerjaan pas diceritain ...
tapi....
alhamdulillah ada banyak yang saya pelajari dari kejadian itu...
pertama...
waktu teman saya tanya, keadaan saya lagi kacau, banyak pikiran,
abis rapat dan ngebahas sesuatu yang jadi tanggung jawab saya.
Pikiran saya mumet dan deg-degan takut acaranya ga sukses...
Jadi pas teman tanya....
Waktu itu saya baca, tapi hanya baca aja ga masuk otak...
Bahkan kalo setelah saya baca itu lalu ada orang yang tanya " La, kamu tadi baca apa?"...
Saya bakalan bengong trus ga bisa jawab (kata teman loadingnya lama ... )
Karena saat itu saya sedang memikirkan sesuatu yang saya rasa sangat berat...
Sehingga saya ga bisa mencerna sesuatu yang 'ringan' seperti itu
Memang...
Ketika kita sedang mempunyai maslah besar, sesuatu yang sebenarnya sangat mudah dan biasa akan terlihat susah dan sangat luar biasa.
Itulah kenapa ketika kita sedang dalam masalah kita butuh second opinion, untuk melihat semuanya lebih proposional
kedua...
Jujur...saat pertama baca...saya langsung ngeblock pikiran dengan kalimat tak hingganya...saya ga baca keseluruhan dengan baik.
Pikiran saya dipenuhi dengan kata tak hingga...
Saya tidak melihat letak tak hingga dalam kalimat matematika itu disebelah mana...
Kadang, ketika hati kita tak tenang..sedang dalam cobaan...
Pikiran kita akan terblocking dan yang menjadi pusat perhatian adalah bagian yang susahnya yaitu masalah yang sedang kita hadapi...
Kita tidak bisa melihat bahwa bagian susah itu (masalah yang dihadapi) berada dalam suatu kalimat yang indah yang merupakan suatu rangkaian tarbiyah yang Allah berikan untuk kita...
Allahu'alam bi Shawab
keempat...
indahnya tausyiah...
ketika hati ini penuh dengan persoalan dunia..
tiba-tiba...
setitik sejuknya embun...
tausyiah dari seorang teman...
itulah mungkin satu dari sekian ma'na dari
" Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. "
(Al-Ashr:2-3)
kelima
Ini membuktikan bahwa saya.....
"Salah Jurusan..Salah Masuk"
Tapi, bersyukur karena menemui teman-teman hebat disana..dan bersama-sama menggapai hidayah..
Allahu'alam Bi Shawab...
:: diantara sela-sela kangen yang memuncak kepada teman-temanku tersayang ::
Friday, June 24, 2005
"bu kasih aku pe-er lagi dong!"
baru sekali ini aku dikasi pe-er kaya gini ma 'ibu'ku
pe-er nya bukan pe-er biasa, tapi bikin tulisan hasil karya sendiri dengan tema ....
huahhhhhh beurat man!
pertama dikasi waktu 10 hari...
akhirnya aku browsing, beli buku dan kawan-kawan...
tapi....mentok...hehehe
sampe akhirnya aku terima sms di penghujung hari yang ke-12,
"Ukhty, saya belum terima tulisannya"
Ups....
gimana atuh?
karena merasa 'berat', aku minta 'keringanan' buat ganti tema,
tapi ga bisa, keputusan udah final.
akupun berusaha lagi...
dan ...
seperti biasa, di detik-detik terakhir, aku baru punya ide
'Cling'..lampu bohlam berada di atas kepalaku...
singkat cerita, akhirnya tulisan itu beres dalam waktu kurang lebih 5 jam dengan beberapa bahan contekan terserak disana-sini...
fuih....begadang lagi bo!
Setelah hampir dua tahun ga pernah begadang..
tulisan selesai tapi ga sempat aku edit lagi
jadi kalo 'beliau' aga tertawa-tawa membacanya atau bahkan terheran-heran, aku ma'lum saja...
yang penting mah usaha...btul ga?
tapi satu pelajaran penting yang kupetik disini...
aku makin 'memahami' tema yang beliau berikan...
karena aku jadi berusaha mencari data dan ilmu tentang tema tersebut...
mmh jadi, dengan aga malu-malu aku pingin bilang...
"bu kasih aku pe-er lagi dong!"
Saturday, June 18, 2005
special untuk ukhty Yentri, :D
beberapa hari kedepan, sahabat tercintaku akan menggenapkan setengah dien-nya...
pertama tau kabar gembira ini sekitar 2 bulanan yang lalu,
kaget, seneng, haru semua tumplek....
alhamdulillah, akhirnya saatmu telah tiba saudariku...
beberapa hari ini, akhirnya kabar baik itu mulai disiarkan, undangan mulai menyebar...
seiring menyebarnya berita, beberapa teman langsung PM,
emang yn3 apanya rela?
hehehe bukan mo ge-er, tapi kayaknya musti bikin konfrensi press deh untuk nerangin asal-usul kami berdua...
jadi ga perlu nerangin satu-satu...
okeh!
yentri adalah teman baikku..
kenal sekitar lima, enam tahun yang lalu,
kami sama-sama kuliah di matematika dan masuk pada taun yang sama pula,
boleh dibilang, kami 'tumbuh' bersama,
tapi subhanallah, ukhty yang satu ini mempunyai akselerasi yang tinggi...
dia melesat jauh meninggalkan kami, teman-temannya...
Selain itu, beberapa kali kami berada dalam amanah yang sama, di KM3, panitia MS'01 (kaderisasinya Himatika), lalu di kabinet KM...
kedekatan yang ada juga makin erat terjalin ketika akhirnya rumah kami bertetangga...
yaa tetangga jauh sih, tapi kami biasa pulang bareng, naik angkot bareng dan kadang 'ngojeg' bareng...:D
iya ga yn!
apalagi ketika masa-masanya ujian yang makin menumpuk...
kita sering nginep bareng dengan teman-teman yang lain, judulnya sih belajar bareng,
tapi, mmh fifty-fifty deh....soalnya suka ditambahin ma ngobrol
tapi, kami yakin (iya ga ukh?)
kedekatan yang terjadi adalah karena kami saudara seiman, saudara seperjuangan
terikat semakin kuat karena untaian-unataian do'a yang senantiasa kami coba panjatkan...
Semoga Allah semakin mengikatkan Cinta ini, menjadi Cinta-cinta yang diridloiNya dan Cinta yang terjalin karenaNya...
kini, di saat-saat sahabatku menunggu hari...
kupersembahkan sebuah kado untukmu ukhty fillah...
mungkin tak indah, tapi tulus dari dalam hati yang terdalam...
Sejumput kata untuk sahabat
ukhty fillah...
lama kita mengenal,
aku melihatmu tumbuh,
dan kaupun begitu,
begitu banyak waktu dan masa terlewati,
begitu banyak suka dan sedih dihadapi,
begitu banyak hikmah yang kita jalani,
sehingga Allah berkenan menempatkan kita pada perahu yang sama nanti
tapi,
itulah hidup,
tak selamanya dua sahabat dapat bersama,
tapi tak berarti ikatan hati terbatas oleh jasad,
karena ukhuwah sejati tak lekang oleh waktu dan tempat,
garis hidup memisahkan kita,
amanah da'wah yang berbeda harus kita jalani masing-masing,
tapi, selama kita berada dijalanNya, kita selalu yakin bahwa kita tetap bersama,
ukhty fillah,
kini masamu telah tiba,
amanah baru akan segera kau songsong,
setengah dien akan coba kau raih,
dan berdua mencoba menggenapkan setengah dien lagi,
bersama-sama...
ukhty fillah...
semoga pernikahan ini akan semakin menguatkan langkahmu,
memantapkan hatimu,
mendewasakan jiwamu,
untuk menapaki jalan-jalan yang menanjak yang tak mudah dihadapi,
semoga kau bisa seperti Khadijah,
muslimah bijaksana, menjadi pelabuhan bagi pendampingnya untuk mensauhkan gundah gelisah
semoga kau bisa seperti Aisyah,
muslimah cerdas, memberikan kegembiraan dan keceriaan bagi pendampingnya
semoga kau bisa seperti Ummu Sulaim
muslimah mulia, memberikan kekuatan dan keberanian bagi pendampingnya hingga menjadi mujahid Allah
semoga kau menjadi muslimah yang semakin dicintai olehNya...
semoga kau menjadi muslimah yang bisa membangun sebuah pernikahan yang sakinah mawadah wa rahmah,
semoga kau menjadi muslimah, ibu bagi sejuta mujahid dan mujahidah...
semoga kau menjadi muslimah yang mendapat tempat terbaik disisiNya...
with all my love because of 4JJ1
'me'
lisan dan tulisan
beberapa hari yang lalu, saya mengirimkan imel ke seorang teman untuk mengklirkan misinterpretasi yang terjadi ketika chatz
waktu itu chatz nya sempat kepotong. jadi saya fikir, daripada ngegantung, mendingan diuraikan di imel saja.
Tiba-tiba lagi asik ngetik, teman kerjaku mengajak untuk pergi ke pameran buku. Wuahhh Mauuuuuuu.....
Jadi dengan terburu-buru, aku langsung menghentikan tulisanku dan 'merasa' menekan Save untuk imelku, ee ternyata menekan Send. Langsung kuStop trus Back, abis itu saya tekan (Perasaan) Save lagi. Trus langsung pergi, karena merasa udah tekan Save.
Ternyata....balik dari pameran buku, nah lho ko kekirim e-mailnya? Dua kali lagih. Huahhh Gawat..itu kan blom selesai di ktik, gimana kalo makin misinterpretasi...
Kacau nih...
Akhirnya, aku tetap meneruskan menulis imel dan mengeditnya, memperbaiki kata disana-sini dan juga menghapus kata yang setelah kupikirkan ulang ternyata tidak penting. Ataupun mengubah kalimatnya, karena merasa itu bukan maksud yang ingin kusampaikan.
Akhirnya imelku selesai dan kukirimkan.
Tak lama kemudian temanku ol, langsung aku minta beliau jangan membuka 2 imel awal.
Tapi entahlah apakah beliau membukanya atau tidak, karena setelah itu percakapan terhenti dan kuanggap misinterpretasinya sudah clear. (Hehehe asumsi banget ya!)
Dari situ, aku belajar sesuatu.
Bahwa, ada kekurangan penyampaian lisan dan tulisan.
Ketika kita menulis, kita harus sangat hati-hati. Karena intonasi kalimat kita, tidak bisa tersampaikan dengan sempurna sesuai dengan maksud yang kita inginkan. Tapi nada ucapan dari tulisan kita akan bergantng dari interpretasi pembaca. Walaupun kita sudah berusaha menuliskan tanda baca yang benar. Tapi keuntungannya, kita bisa mengedit ulang tulisan kita. Karena kadang-kadang ketika kita membacanya kembali, kita baru tersadar, oo kalimatnya salah bukan gini. Atau, ii ga penting banget deh! Hapus ah! Bahkan kita sering kali mengubah total tulisan kita, karena mungkin saat itu emosi kita sudah lebih stabil, kita lebih tenang dan bisa berfikir jernih.
Sebaliknya kalo lisan, kita tidak bisa menarik kembali apa yang sudah kita ucapkan. Hingga seringkali kita menyesalinya. Bahkan seringkali apa yang kita ucapkan menghancurkan ukhuwah yang tlah terjalin. Itulah mengapa kita harus mampu mengendalikan emosi kita dan berpikir tenang. Karena lidah tak bertulang dan lewatnya semua hal bisa terjadi. Sementara itu, keuntungan lewat lisan adalah intonasi nada bicara kita bisa jelas tersampaikan. Jadi tak ada 'tebak-tebak bergambar' dalam menginterpretasi maksud lawan bicara. Mmh, tapi ga jamin juga sih, soalnya standar nada bicara setiap orang dan setiap daerah itu berbeda. Bisa aja satu daerah nada seperti itu nada akrab, tapi daerah lain nada seperti itu marah besar. Wuahh bahasannya jadi ruwet ya?
Anyway...intinya apa ya?
Yah ...mungkin intinya harus hati-hati dalam menyampaikan segala sesuatu...
Baik lisan ataupun tulisan...
Apalagi dalam ber-blog...terutama yang di-publish
Karena, kita ga bisa ngasi syarat kemampuan berfikir dan pemahaman bagi pembaca blog kita,
Siapapun bebas membaca, seperti apapun pola berfikirnya, seperti apapun pemahamannya...
Berpendidikan atau tidak, berfikiran luas atau sempit... open minded ataupun tidak...
Apalagi jika tujuan kita berda'wah...
Kita harus lebih hati-hati...
Khawatirnya bukan berda'wah, tapi malah menyesatkan...
Allahu'alam bi shawab...
Nah yang lebih parah dari ngomong lewat lisan dan tulisan adalah chatz...
Ketika chatz, kita sering misinterpretasi dengan lawan bicara kita soal maksud kalimat yang kita tuliskan..atau dengan kata lain kita ga bisa nunjukin intonasi bicara kita yang sesungguhnya. Soalnya pernah kejadian sama saya, waktu itu saya ga maksud marah tapi lawan bicara nyangka kita marah...Repot kan?
Selain itu..jika kita udah send kalimat, kita ga bisa memperbaikinya lagi...
Jadi...ngomong lewat chatz?
Haruuus hati-hati...bangeeet...
Allahu'alam bi shawab...
udah ah..kepanjangan...
Semoga bermanfaat (*posisi hormat Jepang* ^_^)
Wednesday, June 08, 2005
percakapan sore yang menyejukan
akhawat1 : ukhti... serius, mau jadi dewasa ga?
akhawat2: mmh gimana ya...
akhawat2: :-? (mode mikir)
akhawat1 : sebenernya semuanya tergantung sama kita
akhawat1 : kalo Allah melihat kesungguhan kita untuk menyambut medan 'amal baru itu, maka akan Allah datangkan
akhawat2: iya yah...
akhawat2: subhanallah pas banget ma yang dibilang ma teh *.... *
akhawat2: emang kalo mau es krim ga dewasa ya?
akhawat2: atau nangis nya itu yang ga dewasa?
akhawat2: :-s (worried)
akhawat1 : parameter dewasa ga dilihat dari es krim atau nangis
akhawat1 : orang dewasa kadang jajan es krim
akhawat1 : orang dewasa juga kadang nangis
akhawat1 : tapi... semua perbuatannya dilakukan dengan tanggung jawab
akhawat1 : ada maksud dan tujuan yg hendak dicapai dg itu
akhawat2: mmh ....subhanallah......
akhawat2: jazakillah khair ukhty atas mmh taujih ya atau tausyiah...
akhawat2: poko'nya syukran wa jazakillah khair 4 everything >:D< (big hug)
akhawat1: >:D< (big hug)
