Thursday, June 14, 2012

H-5

Sangat bersemangat....
Ingin cepat hari itu datang...
Memeluk mereka, mencium tangannya..
Merasakan udara yang membesarkanku dan menemaniku tumbuh...

Tapiiiiiiiiiiii....
Lieeeuuurrrr...
Masih banyak yang harus dikerjakan ...

Mohon doanya semuanya beres dan lancar sebelum mudik yaaaaaaaaaa...

Monday, June 11, 2012

Grand Design

Inget cerita tentang Bu Wirianingsih dan Pak Tamim, ibu dari para hafidz/ah ..
Dikatakan, Ayah lah yang memberikan 'grand design' dalam pendidikan/tarbiyah keluarga. Kemudian ibu-lah yang mengejewantahkannya ...

Alhamdulillah, meski tanpa diskusi yang panjang dan berat, tanpa terasa Abah telah mentarbiyah Ummu Wafa. Melalui artikel yang dikirimkannya by e-mail, atau ia print-kan langsug. Kemudian kami diskusikan di kala saya telah membacanya.

Ternyata grand design itu tak perlu dibahas dengan cara berat.Setiap pasangan punya cara tersendiri untuk membahasnya

"Hope this article help us in preparing our children for Allah'n jannah."

InshaAllah Abah ...

Friday, June 08, 2012

Neng Una .. neng una ..

Neng Una lagi mukul-mukul toples, Ummi sibuk depan kompi
Tiba-tiba terdengar suara..
"aah euu.. heemh.. haah.. euu"
Pas dilihat ternyata lagi megang hendphone persis yang lagi telepon... ^^

Diketawain deh sama Umminya..
Eeeh dia malah ikutan ketawa...
^^

Neng Una mah gitu da, kalau ada yang ketawa ikutan ketawa ...

Wednesday, June 06, 2012

Pahuap Lingkung

















Begitulah kejadian sore tadi..

Ceuceu nyuapin dek husna dg tangan, sementara adeknya nyuapin ceuceu dengan sendok..
Kalau dipikir sama kita orang dewasa, kenapa gak pada nyuapin diri sendiri ya?

Ya itulah herannya, mereka pada hobi nyuapin. tapi khusus ceuceu Wafa dia suka pengen disuapin Umminya.. Padahal si Ummi lagi training dia makan sendiri...
Apa karena Ummi minta Wafa makan sendiri, jadi dia malah pengen disuap?
^^

Menjelang malam juga mereka saling suap hihihi ...
Setelah sebelumnya main bareng di kamar sambil ketawa-ketawa. Entah ngetawain apa, si Ummi lagi sibuk nulis equations ^^

Efek dari saling suap ini adalah makin berantakannya rumah, nasi bersepah-sepah di mana-mana. tapi ya sudahlah... Memang si Ummi wajib ngepel dan nyapu 3 x sehari

Yang akur ya anak-anak... :)
Selalu selamanya ..
Aamiin.

Sekilas Wafa

Hari Senin yang lalu, Wafa serius baca buku. Ngarang Abis!
Baca buku NOisy Day tentang para binatang yang berkunjung ke peternakan untuk melihat the new baby chicks.
Si Ummi kadang bacain dengan bahasa inggris sesuai aslinya. Kadang ngarang dengan bahasa Indonesia/sunda. Yang jelas bukan metode terjemah Inggris-Indo, atau Inggris-SUnda..
Ketiga bahasa itu diceritakan ke Wafa dalam waktu yang berbeda.
Nah pas 'baca' (baca : story telling, karena Wafa belum bisa baca) buku itu, salah satu yang dikarang Wafa adalah bagian ini (yang Ummi ingat),
"Mbek hayu ke rumah Mama ayam!"
"Ayu, tapi mbek makan rumput dulu ya!"
"Iya!"
"Assalamu'alaykum!"
....Nah lhoooo....
Semua .bagian itu kecuali ajakan ke rumah Mama ayam, gak ada di buku ceritanya :)
Bagian lainnya dari cerita Wafa banyak yang tidak Ummi fahami. Kenapa? Karena dia pake bahasa planet. Bahasa ngarang!!!!
Mungkin maksudnya pingin pake bahasa inggris, so dia was wes wos aja seadanya..
*jadi inget Umminya waktu kecil hihihihi...

Lalu selasa pagi, Wafa bangun pagi. Si Ummi masih nangkring depan lappie dia udah bangun. ALhamdulillah gak ngerecokin. Dia malah ambil papan tulis magnet. Lalu dia menulis,..
"Ummi ini j!" katanya sambil menunjukan huruf j
Ummi 'shock', eh tau dari mana anak ini tulisan j. Si Ummi kan 'tabu' ngajarin anak usia 4T menulis, boro-boro nulis, baca aja gak pernah diajarin.
"Iya ya j!" kata si Ummi, mencoba menyembunyikan rasa shock-nya. Trus balik ke laptop deh Ummi
"Ummi ini p," ucap suara mungilnya lagi, tapi bentuknya mirip cangkir atau mirip huruf u. Ummi pun mikir, kok p?
"P atau V?" Mencoba memastikan. Wafa kan ada darah sundanya, mungkin agak sulit melapalkan 'p' dan 'v'. Cateeet! Si Ummi beda ho bilang 'p' dan 'v' nya, kan udah latihan pengucapan yang benar depan si Abah .
"V!" ucap Wafa dengan pelapalan yang benar. DIa pun sudah diajarin Abah bilang 'v' yang betul, seperti 'v' untuk seven
Lagi-lagi Ummi tersenyum, lalu balik ke Laptop

Tiba-tiba,
"Ummi ini A!"
Ih beneran huruf A besar, nulisnya rapih lagi. Ummi jadi penasaran, Wafa kursus nulis dimana Nduk?
"Wafa tau darimana?"
"Dari Laptop," ujarnya, polos.
Beuuuuu, perasaan belum pernah ngasi nonton pilem yang khusu ngajarin baca .
Ada juga dikasi buka website www.starfall.com. Salah satu faturenya memang ada lagu 'abc', trus ada game yang mencet-mencet lalu keluar tulisan dan gambar backpack bear yang sesuai dengan tulisan itu...Pernah sekali liat video flashcard, tapi abis itu gak pernah lagi.

Hmmh, memang anak itu akan belajar dari apa yang dilihatnya. Tidak perlu 'direct instructions'. Ia akan memilah, mengekstak, lalu menyusunnya, hingga akhirnya membuat kesimpulan atas apa yang dilihatnya. Biarkan otaknya bekerja!

Untuk itulah kita perlu memberikan lingkungan yang sehat untuknya. Sehingga informasi yang di dapatnya berkualitas, hingga kesimpulan-kesimpulan yang diperolehnya pun bermanfaat..
Allahu'alam bi shawab...

Belajar terus ya Nak! Belajar dengan alam.. bersama Ummi tentunya


Sekilas Husna

Husna sudah bisa apa?
- Say :
1. Bye-bye lengkap dengan gerakan tangan dan kiss bye
2. Abar (AKbar), kalau Ummi mau sholat. Lengkap dengan gerakan sujud ala Husna. Pernah juga Pas Ummi mau shalat, Ceuceu mandi, dek Husna nunjuk2 ke lemari tempat mukenanya ceuceu. Ummi kira mau dibawain sajadah, dia emang hobi sun dan ngusap sajadah sambil sujud. Eh abis sajadah dibawain, dia tetep nunjuk-nunjuk ke tempat yang sama. "ooo mau mukena ya?", akhirnya Ummi pakaikan mukena. Dia pun tersenyum. Eh baru saja Ummi takbir, dia nangis!. Ribet karena mukenanya kegedean. Akhirnya Ummi pakaikan saja kerudung.
"Nduk shalihah mau ikutan shalat ya Nak?"
Alhamdulillah, semoga keinginan itu tetap terjaga ya
3. Aamah (Aamiin), setiap kali Ummi selesai berdoa masuk kamar mandi.

-Baca (Heuuuh! Ngaraang!! hihihi)
Ya akting baca maksudnya . Jadi pas Ceuceu ngebacain cerita ia manggut-manggut, nyimak dengan baik. Kalau bukunya dikasihkan ke Husna, maka mulutnya akan mengeluarkan suara, matanya fokus ke buku, sambil membolak-balik bukunya. Persis orang yang baca!
Begitu pun kalau Ummi pegang Al-ur'an atau juz amma, ia akan memintanya. Lalu membuka-bukanya, seolah-olah sedang membaca tulisannya.
Nah kalau si Ummi lagi melafalkan surah pendek untuk didengarkan ceuceu, ia juga suka ikutan nyimak, dengan mata berbinar.
Semoga engkau jadi Hafidzah ya Nak, bersama Ceuceu...
Aamiin, InshaAllah

-Merangkak dan berdiri sambil pegangan, usia 11 bulan. Lambat yA? Tapi setiap anak punya perkembangan motoriknya sendiri, itu katanya.

-Gigi ada 4, dimulai dari usia 12 bulan. Lambat juga? . gpp, yang penting sehat, dan lahap makan.

-Udah suka iri sama Ceuceu. Makanya si Ummi harus lebih bijak dalam mengasuh keduanya.

Ritual yang seru yang dilakukan dek husna adalah, Minta Gendong Abah!
SeriuS!!!!
Kalau ABah datang, langsung nyamperin. minta gendong, atau peluk, atau apapun. pokonya harus ngasi perhatian dulu.
Kalau bangun tidur, suka nyolekin yang lagi tidur. Kalau Abah, Ceuceu sama Ummi masih tiduran, ya dicolekin dan digangguin satu-satu...
Hehe...

Ceuceu Wafa, Husna...
Semoga senantiasa akur, menjadi anak shalihah, cahaya mata Ummi dan Abah ya Nak

aamiin

Thursday, February 02, 2012

CW::Adek Ummi

"Sini adek.. sini adek!" Ucap si mungil Wafa sambil tangannya melakukan gerakan seperti mengajak.

Saat itu, saya sedang mengeloni Husna.

"Sini adek Husna.. sini adek Ummi!" Wafa kembali bersuara.

Ooo, saya kaget. Maksud si kecil ini apa ya? Tiba-tiba Wafa bertanya, "Mengapa Abah memanggil Ummi, (Dengan panggilan) adek?

Saya pun tersipu malu, "Tanyakan sama Abah ya Ceu!"

.

Wednesday, February 01, 2012

WS:: Kalau Ummi Marah

Lampu kamar sudah dimatikan, menandakan waktu tidur tiba. Si sulung Wafa masih ketawa-ketawa. Adiknya ikutan tertawa. Duuuh si Ummi mulai stress. Daripada stres, mendingan ikut ketawa.
Ketika asyik bermain si ceuceu mendekat, "Hoyong ngeukeupan Ummi!"
Ummi pun pura-pura gak mau, "Aliiim dikeukeupan."
Wafa memaksa, Ummi pun membentangkan tangannya. Alhamdulillah, masih diberikan kenikmatan memeluk putri tercinta.
Tubuh mungil itu mendekap tubuh Ummi, erat. Bibir kecilnya berkata, "Sayaaaang Ummi."
"Ummi sayaaang Ceuceu" ucapnya melanjutkan.
"Wafa tau gitu kalau Ummi sayang Ceuceu?" tanyaku menyelidik.
"Iya." jawabnya, mantap.
"Kalau Ummi lagi marah, Ummi sayang gak sama Wafa?"
"Sayang." Ucapnya polos. Mmebuatku hatiku meluluh.
"Trus kenapa Ummi marah sama Wafa."
"Soalnya Wafanya nangis, trus Wafanya teu terangkeun Ummi" Aiiih si Ummi makin terharu.


Maafkan Ummi ya Nak, sering marah padamu. Hati mu yang bersih senantiasa mau memaafkan.
Ummi jadi malu, Nak...


Keterangan
Keseluruhan percakapan berlangsung dalam bahasa sunda
*ngeukeupan = meluk
*teu terangkeun = tidak tahu. Maksudnya Wafa gak dengerin Ummi dan gak nurut sama Ummi

Tuesday, January 31, 2012

Kepercayaan

Satu hal yang sulit di dapat,
Namun ia begitu mudah hilang, hanya dengan satu kesalahan

Ternyata, sangat menyakitkan ketika kita memepercayai seseorang, dan tidak sebaliknya
Serasa berjalan sendiri,
Bertepuk sebelah tangan

Bukan salahnya kah?
Mungkin diriku yang tak cukup bijak untuk dipercaya...

Entahlah...

Wednesday, January 25, 2012

Resolusi 2012?

Hemmh telat ya kalau baru ngomonin resolusi haree genee?
:)

Resolusinya udah lama ada di kepala, baru sempet nulis hari ini. Setelah keadaan stabil.
*cieeeh gaya...

Eheeeemm.. jadi resolusi saya di tahun ini cuma 1, yaitu

'MENGURANGI JAM TIDUR'



Sehingga,

1. Memilki lebih banyak waktu untuk melaksanakan ibadah yaumian saya
2. Mampu mengerjakan lebih banyak pekerjaan rumah
3. Bisa bermain lebih lama dengan anak-anak tanpa diganggu pekerjaan rumah, serta kewajiban lainnya
4. Punya waktu untuk mengurusi dagangan saya *twink*
4. Memiliki 'Me time' yang lebih banyak untuk menulis.
Target saya dalam menulis tidak muluk-muluk . Ketika yang lain sedang berlari dan mewujudkan impiannya memiliki buku, saya sadar, saya masih jauh dari itu. Begitu banyak yang harus dibenahi. Prioritas waktu pun masih belum kesana. Jadi saat ini target saya dalam menulis hanya satu, 'Saya ingin konsisten menulis setiap harinya'.
Ya.. saya hanya ingin konsisten dalam menulis. Itu cukup, untuk saat ini.

Saya mempunyai berbagai target yang ingin saya capai untuk keluarga, sehingga saya tidak bisa berlama-lama duduk manis di depan komputer.
Sedih? Tentu saja . Seperti ada yang hilang.
Tapi saya tidak menyesal. Anak-anak saya membutuhkan saya lebih dari yang lain. InsyaAllah akan ada saatnya ketika saya mampu memenej waktu dengan lebih baik. Saat ini, saya sedang berusaha menuju jalan itu.

Naah bagaimana dengan target awal di tahun 2012 yang saya tulis di FB?
Yaitu untuk Mengurangi Marah?

Ooo, itu merupakan efek tambahan dari tercapainya resolusi ..

Biasanya saya marah karena kondisi emosi tidak stabil. Ketika pekerjaan rumah menumpuk, anak-anak tidak terurus dengan baik, dan dagangan belum diurusin. Ditambah ibadahnya kacau balau.
Duuuuh.. jadi deh, disulut sedikit saja API AMARAHnya langsung membesar...
Padahal mah yaaah, anak-anak mah memang begitu adanya
Dan ketika emosi saya stabil, emosi anak-anak pun stabil.
Ketika si mungil rewel, saya pun punya berbagai trik untuk menenangkannya.
Tapi ketika emosi saya tidak menentu, anak sedikit rewel saja bagaikan mendapat serangan dari musuh bebuyutan ..
*heuheuheu hiperbola lagi dah!

yah begitu d!

Mohon doanya ya, agar resolusinya tercapai dengan baik ...


PERHATIAANNNN!!!!!
Tulisan ini untuk diingat oleh seseorang bernama Rela ...
Dimohon kepada teman dan sahabat yang baik hati, untuk mengingatkan saya di kala resolusi ini mulai melenceng

Terima kasih ^^

Wednesday, December 14, 2011

WS: Hafalan Wafa

Dari semenjak dalam kandungan, saya sering menyetel murattal untuk Wafa
Ketika bertemu dengannya di dunia, saya pun sering melantukan beberapa surat pendek yang saya hapal. Apalagi ketika belum ada khadimat, dan saya mengerjakan riset S2 di rumah. Maka sambil menyusui Wafa, saya sering menghapal beberapa surat pendek. *dooooh masih surat pendek niyy
Selain itu, setiap akan tidur saya rutin ngelonin Wafa dengan membaca surat-surat yang biasa dibaca di awal Al-Ma'tsurat sughra.
Ketika ada khadimat, kebiasaan menghapal sambil ngelonin pun tidak pernah dilakukan lagi. Karena setiap hari saya harus berangkat ke kampus. Tapi ritual membaca awal Al-Ma'tsurat sughra sebelum tidur, masih sering dilakukan.
Sampai usia 2 tahunan, Wafa belum pernah 'menyuarakan' salah satu surat pendek yang sering saya baca di hadapannya.
Ketika akhirnya khadimat pulang, Wafa pun dititipkan di Nursery. DI sana memang ada ritual membaca Al-Fatihah, An-Naas, Al-Falaq dan Al-Ikhlas sebelum tidur. Belum genap satu tahun di tempat penitipan, alhamdulillah Wafa sudah hafal ke empat surat itu. Pertama taunya dari celotehan Wafa yang terkadang menyuarakan penggalan ayat-ayatnya. Lalu saya pun coba mengetes satu-satu, dan alhamdulillah Wafa hapal, meski ada beberapa bagian yang salah dalam pengucapannya.

Nah, masalah selanjutnya, bagaimana menambah hapalannya?
Saya lalu berkonsultasi dengan seorang ustadzah, teman baik saya. Putri beliau yang usianya 4 tahun kala itu, sudah hapal sampai An-Naba.
Katanya di ulang-ulang bacanya.
Saya masih bingung, karena Wafa anaknya gak bisa diam . Dan sering menginterupsi dengan berbagai pertanyaan ketika saya aberbicara

Jadilah saya maju .. mundur untuk menambah hapalan Wafa.
*hihihi dasar si Ummi gak sabaran

Hingga tiba saatnya, sahabat baik saya Mbak Nurul Asmayani memposting pertanyaan tentang hal ini di FB nya...
*duuuh ngaku ngaku bersahabat dengan penulis kerren , gpp ya Mbak Nurul saya minta di aku jadi sahabatnya

Dari jawaban-jawaban ibu-ibu yang shalihah itulah saya akhirnya mendapatkan kekuatan dan ide
Ditambah juga dengan membaca beberapa tulisan tentang cara mengajarkan hapalan pada anak, serta disesuaikan juga dengan karakter si sulung, Wafa.
Akhirnya saya menemukan metode 'cuek bebek' untuk mengajarkan surat Al-Lahab pada Wafa... :)
Maksudnyaaaaaaaaaaaaa????
1. Saya cuek bebek mentalaqi surat Al-Lahab, kapan pun dimanapun ketika saya ingat. Mau Wafa nya lari-lari, lagi maen, lagi masak bareng, lagi jungkir balik, bahkan mau tidur. Pokonya pas saya inget, saya baca surat itu berkali-kali. Seperti Murattal namun bersuara pas-pasan
2. Terkadang Wafa mempunyai keinginan yang beda sama Umminya, jadi saya juga gak terlalu memaksa Wafa untuk melafalkan setiap ayat bersama dengan saya. Saya cuek bebek terus mengajak Wafa untuk baca surat tersebut barengan, meskipun terkadang Wafa diam membisu, gak mau ikutan. Tapi yaa saya tetap 'cuek bebek' baca di hadapannya
3. Wafa juga sangaaaaaaaaat pemalu, maksunya, dia mah gak bisa disuruh untuk nunjukin kebisaannya di depan umum. Jadilah saya Ummi yang cuek bebek, tidak berharap Wafa mau ikut lomba hapalan suatu saat nanti. Yang penting bisa hapal dan mau baca depan Ummi dan Abahnya saja, saya sudah bersyukur ..
4. Nah yang terakhir ini, saya gak cuek bebek. Saya berjanji menghadiahinya es krim, jika dia sudah hapal surat Al-Lahab . Cara ini saya ikuti dari cerita seorang ibu yang anak-anaknya menjadi Hafidz. Anak-anaknya yang berhasil menambah hapalan diberikan keistimewaan untuk memilih menu makan dan tempat untuk berlibur. Berhubung saya gak jago masak, dan juga susah ngajakin berlibur, maka es krim lah solusinya. Dan ketika ditanya sama Wafa,
"Ceu, nanti kalau sudah hapal surat Al-Lahab, Ummi belikan banana split ya!" bujukku pada si kecil.
"Mau es krim, banana plit, susu...." ia mulai menyebut makanan kesukaannya.
"Iih jangan banyak-banyak ya, satu saja!" protesku, cepat-cepat. "Mau es krim atau banana split."
"Es klim," ucapnya lantang. "Es klim sama Astor!" tambahnya, riang.
"Eleeeeuuuh eta mah atu maksudnya banana split geulisss..." ucapku dalam hati

Alhamdulillah, sekarang sudah hapal surat Al-Lahab, meski beberapa bagian masih belum sempurna pelapalannya. Yang membuat terharu, dia sering melapalkannya tiba-tiba ketika main. Jadi kayak latah gitu, tapi insyaALloh latah dalam hal yang baik ya :)

Dan malam ini sebelum tidur, kami berbincang,
"Ceu baca surat Al-Lahab yuk!" ajakku pada si mungil. Wafa tak menjawab, ia sibuk dengan perahu kertasnya.
"Besok kalau Abah datang, Ceuceu baca surat itu di hadapan Abah. Nanti kalau sudah hapal, Ceuceu ajak Abah beli banana split." Ku coba membujuk si sulung yang lagi rindu berat dengan Abahnya. Maklum sudah mau 4 hari ditinggal ke Sremban.
"Es klim laaah!" ucapnya protes.
"Iya es krim, yuk baca!" ajakku sekali lagi. Wafa masih membisu. Namun ketika saya membacakan surat itu, Wafa ikut bersuara. Namun kadang ketika saya mengulang lagi membacanya, Wafa hanya ikutan komat-kamit, tanpa suara. Dan saya cuek bebek saja, mengulang-ulang surat Al-Lahab sampai beberapa kali.

Alhamdulillah, satu surat berhasil. Baru 5 surat yang dihapalnya, Masih 109 surat lagi.
"Jom Wafa berlomba-lomba sama Ummi!"

"Semangaaaaaaaaaaaaatttt!!!!"

Oia untuk do'a-do'a, kami selalu membacanya ketika akan melakukan suatu pekerjaan. Alhamdulillah Wafa sudah banyak hapal bacaan do'a. Namun kadang mau diucapkan, kadang diam

Kalau sholat, Wafa suka ikut satu sajadah sama Ummi. Tapi kadang mau pake mukena kadang nggak. Jadi bayangkan, Wafa sholat pake celana pendek!
Ah, si Ummi mah nyantei saja. Yang penting Wafa mau ikutan ya Neng!
Oia alhamdulillah, kalau terdengar adzan, Wafa juga suka mengingatkan Ummi untuk sholat. Dan sering mau jagain adeknya selama Ummi shalat...

Semoga putri Ummi menjadi muslimah shalihah ya Nak.
aamiin







Foto diambil ketika Wafa 'khusyu' shalat. Gambar sebelah kanan, dia gak nyadar kalau di foto. Sebelah kiri sudah nyadar, buru-buru deh shalatnya

Sunday, November 20, 2011

Wafa :: Takut

Petang itu, Ummi kedatangan tamu istimewa. Wafa sedang tertidur lelap, adek Husna nemenin Ummi di depan.


Sekitar jam 6.30, Wafa bangun dan menangis. Ummi samperin, gendong, ajak dia ke depan.
Dari sejak bangun sampai habis maghrib, Wafa terus rewel. Nangis dan gak bisa diajak komunikasi.

Baru setelah tamu istimewa pulang, Wafa gak rewel lagi.

Beberapa menit kemudian, Ummi ajak ngobrol Wafa sambil di suapin.

"Ceu, kenapa tadi nangis dan rewel?"
"Tadi Wafa tidur di kamar, sendiri, gelap dan pintu ditutup. Ceuceu kan takut." si mungil menjelaskan

Ummi takjub!!!
Subhanallah, di usianya yang ke-3 tahun, ternyata ceuceu sudah bisa menerangkan keadaan hatinya. Menjelaskan penyebab dia menangis...
ALhamdulillah ..

Ummi akhirnya tersenyum. Senyum karena bahagia .. hehehe. Bukan bahagia karena Wafa nangis ya, tapi karena ceu Wafa semakin pandai.

Lalu Ummi menjawab, "Ooo, begitu. Maafkan Ummi ya Ceu. Tadi Ummi tutup pintunya agar Wafa tidak tergangu tidurnya. Tapi ternyata Wafa takut ya?" tanya Ummi
"Ya sudah, nanti kalo tidur Ummi nyalakan lampunya ya sayang."
Wafa pun mengangguk, senang
:)

ALhamdulillah

Tuesday, October 18, 2011

Wafa :: Toilet Training

Pfuiiih...

Perjuangan toilet training Wafa ini menguras waktu, tenaga dan emosi..
Cieeh.. gayaa ...

Seperti sudah dituliskan dalam beberapa jurnal sebelumnya, Wafa sudah pandai pup di kamar mandi sebelum usia dua tahun. Namun untuk bagian pipisnya ini yang makan waktuuuu lama.
Alhamdulillah, di usianya yang ke-3 tahun, Wafa lulus toilet training-nya. Bahkan pas tidur pun tidak ngompol

Bagaimana ceritanya?

Heemmh.. nampaknya karakter anak mempengaruhi ya?

Kalo melihat jejak perkembangan Wafa, dia memang anak yang agak lamaaa dalam meraih sesuatu. Bukan karena gak bisa, tapi belum 'mau'.

Wafa baru mau guling umur 5 bulan. Tapi usia 6 bulan langsung bisa merangkak dan duduk tanpa bantuan.

Wafa baru mau jalan umur 1 tahun 2 bulan. Tapi gak pake jalan selangkah selangkah. Gak pake cerita jatuh bangun, kejedut dll. Wafa langsung berjalan dengan lancar. Nampaknya Wafa sudah mampu berjalan sejak lama, namun dia takut. Dan keberanian itu baru ada karena terpaksa. Disaat dia ingin meraih sesuatu dan tak ada yang dapat membantunya, maka Wafa pun berjalan.
Ketika masa 'training', Wafa mau ditatih jalan, tapi setiap kali dilepas pasti langsung duduk. Meskipun kami berdiri dekat Wafa untuk membantunya, namun dia memilih duduk kembali dibandingkan melangkah maju

Nah pas toilet training pun begitu. Maju mundur kemampuan Wafa.
Ketika bicaranya masih belum terlalu lancar, Wafa sering diajak ke WC. Namun jadwalnya tidak pernah tetap. Ketika diajak ke WC satu jam sekali, kadang pipis kadang nggak. Sering juga dalam 5 menit setelah diajak ke WC dia pipis

Ketika sudah pandai bicara, dia juga moody. Kadang mau ngomong kalo pengen pipis kadang nggak. Apalagi kalau asyik main, khusyu nonton tipi, atau sedang bertamu. Sering dia nggak mau bilang kalo kebelet pipis.

Si Ummi cari ide, putar otak. Eh otak gak bisa diputar ya?
Hmmh harus ada sesuatu yang memacu Wafa agar selalu bilang kalo pengen pipis.

Naaah, Ting!!! Ada Ide!!

Suatu malam ketika hendak silaturahim ke rumah Uwa-nya, si Ummi bilang gini ke Wafa,
"Ceu kalo mau pipis bilang ya! Kalo ceuceu gak ngompol (bahasa kami untuk pipis sembarangan), nanti besok Ummi belikan ice cream."
Gadis mungil itupun mengangguk tanda setuju.

Alhamdulillah semalaman itu gak ngompol. Ice cream pun berhasil didapatnya.
Untuk tidur malam pun, saya bilang, "Wafa kalo mau pipis, bangun ya!"
Dan setiap dia berhasil bangun, kami berikan pujian berlimpah

Setelah itu, masih ada bocor dua kali. Salah satunya (mungkin) karena makan jambu air .
Dan malam hari juga pernah ngompol sekali. Selain itu, Wafa selalu bangun kalo mau pipis. Kalau sekarang malah baru pipis pas bangun di pagi hari.

Setiap kali bocor itu, kami langsung mengingatkan Wafa, kalo selama ini dia sudah pandai, kalo pengen pipis selalu bilang. Kalau lagi tidur, Wafa juga pandai bangun.

Alhamdulillah setelah itu Wafa tidak pernah ngompol lagi, dan bilang setiap kali mau pipis.

Semoga di sekolah pun nanti mau bilang ya shalihah :)
Aamiin

*perjuangaaaaaaan ^^

Tuesday, October 11, 2011

menemanimu

selalu ingin menemanimu mencapai impianmu,

namun seringkali engkaulah yang menemaniku mencapai inginku,

aku harus terus belajar dan berusaha,
menjadi seperti Khadijah,

semoga suatu saat nanti ...

aamiin